Info Islam

Abbas: Palestina Tidak Terima lagi AS sebagai Mediator Negosiasi

4bn46c6bb4740eys7m_800C450

Pemimpin Otorita Palestina mengatakan, mulai hari ini rakyat Palestina tidak akan menerima Amerika Serikat sebagai mediator perundingan kompromi.

Maohmud Abbas mengatakan hal itu dalam pertemuan luar biasa para pejabat Palestina di Ramallah, Selasa (19/12/2017).

“AS sedang mengejar tujuan-tujuan rezim Zionis (Israel) di kawasan. Veto AS terhadap rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB) tentang al-Quds adalah dikecam,” kata Abbas seperti dilansir Russia al-Yaum,

Ia menambahkan, veto ini merupakan olokan terhadap masyarakat internasional dan keberpihakan AS kepada penjajahan dan agresor.

Abbas menjelaskan bahwa Otorita Palestina telah mengambil langkah-langkah untuk merespon keputusan Donald Trump, Presiden AS yang mengakui al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis dan pemindahan Kedutaan Besar negara itu dari Tel Aviv ke al-Quds. Menurutnya, salah satu langkah itu adalah upaya untuk mendapatkan keanggotaan penuh Palestina di PBB.

Pada Senin, AS memveto rancangan resolusi yang didukung 14 anggota DK PBB terkait al-Quds. Rancangan resolusi itu meminta Donald Trump, Presiden AS untuk membatalkan pernyataannya yang mengakui al-Quds sebagai ibu kota Israel. AS bersikukuh menggunakan hak veto atas resolusi yang diinisiasi Mesir tersebut.

Rancangan resolusi tersebut juga menuntut negara-negara dunia untuk bertindak berdasarkan resolusi-resolusi DK PBB terkait dengan al-Quds.

Berdasarkan rancangan itu, semua keputusan dan langkah untuk mengubah identitas, status atau komposisi demografis di kota al-Quds (Yerusalem) tidak memiliki dampak hukum dan harus dibatalkan sesuai dengan resolusi-resolusi PBB.

Sumber : Parstoday

Komentari Artikel Ini

comments