Kisah & Hikmah

Abu Ali Sina

Abu Ali Sina adalah orang yang sangat mencintai ilmu dan pendidikan, beliau telah berbulan-bulan dan bertahun-tahun mencari sebuah kitab mengenai filsafat dan hikmat yang telah di tulis oleh salah seorang ilmuan pada zaman dahulu seperti Arastu, dan dalam hal ini beliau melakukan berbagai perjalanan dan mencarinya ke berbagai tempat, akan tetapi beliau tidak menemukannya.

Sampai suatu hari beliau memasuki sebuah mesjid, melaksanakan shalat dua rakaat dan setelah shalat beliau memohon pertolongan kepada Allah SWT agar supaya dapat menemukan kitab tersebut.

Setelah beliau keluar dari mesjid dan bergerak menuju ke rumahnya, di tengah jalan, matanya tertuju kepada seorang wanita tua yang menggelar di tanah beberapa barang tua, antik dan terbungkus serta langka dan menjualnya di hadapan umum, di antaranya beliau melihat di sela-sela barang itu terdapat sejumlah kitab usang nan tua.

Abu Ali Sina sang pencinta kitab, segera mengamati satu persatu kitab-kitab tersebut, tiba-tiba beliau melihat kitab tersebut di sela-sela kitab yang lain di mana selama ini beliau cari sejak bertahun-tahun lamanya.

Beliau mengambil kitab tersebut dan berkata kepada wanita tua itu: Berapa harga kitab ini? Dia menjawab: Ini tidak seberapa harganya, berikanlah beberapa rial, Abu Ali Sina memberikan sejumlah uang lalu mengambil kitab tersebut, kemudian beliau bertanya kepada wanita tua itu: Dari mana engkau dapatkan barang-barang ini? Dia berkata: Fakir dan kemiskinan yang menyebabkan saya memutuskan untuk membawa dan menjual sampah-sampah ini agar supaya terjamin kehidupanku adapun kitab-kitab ini adalah dari kakek kami yang dahulu dia adalah seorang mulla dan dia meninggalkannya di rumah dan akhirnya saya mengambil dan menjualnya.

Dengan menyimak hal tersebut di atas Abu Ali Sina dengan mudah menemukan keinginannya dengan shalat dan bertaqarrub kepada Allah SWT.

Dikatakan Abu Ali Sina dengan segala ilmu dan pendidikan yang dimilikinya beliau mengulang-ulangi syair di bawah ini:

Telah mencapai kesana ilmu saya  

Dimana saya tahu bahwa semuanya saya tidak tahu.

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: