Kisah & Hikmah

Adab dalam Majelis Al-Quran

adab dalam majelis al quran

Salah seorang ulama Ishfahan menuturkan :

Kami bersama beberapa orang pergi ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Akan tetapi, ketika di Madinah, salah seorang di antara kami meninggal dunia. Setelah memakamkannya, kami menyelenggarakan majlis tarhim, dan mengundang salah seorang qari (pembaca Quran) dari kalangan Ahlussunnah ke majelis itu untuk membaca Al-Quran.

Qari itu pun tiba lalu duduk. Akan tetapi, dia tak mau membaca Al-Quran. Saya kemudian berkata kepadanya, “Bacalah!” Dia menjawab, “Dari tadi kalian terus berbincang-bincang. Selama kalian tak diam, saya tak akan membaca Al-Quran.”

Akhirnya,kami pun diam. Namun, dia belum juga mulai membaca Al-Quran, malah kembali menegur kami seraya berkata, “Cara duduk kalian tak sesuai dengan majelis Al-Quran.

Lalu kami pun duduk di atas kedua lutut kami akan tetapi, lagi-lagi dia belum juga mulai membaca Al-Quran. Kami lalu menegurnya dengan berkata “Mulailah membaca!”

Dia berkata, “Majelis ini belum siap dibacakan Al-Quran, karena sebagian kalian masih memegang rokok dan segelas teh.” Setelah kami menyingkirkan rokok dan gelas berisi teh itu,barulah dia membaca Al-Quran. Selesai membaca Al-Quran, dia mohon diri untuk pulang, Adapun ayat suci yang telah dibacanya adalah : Dan apabila Al-Quran dibacakan, maka dengarkanlah dan diamlah (Al-A’raf : 204)

Komentari Artikel Ini

comments