Kisah & Hikmah

Air yang Diberkahi

Ibnu Athaillah, “Siapa yang tidak mensyukuri nikmat, berarti menginginkan hilangnya. Dan siapa mensyukurinya, berarti telah secara kuat mengikatnya.”

Siang itu, matahari amat menyengat. Rasul dan para sahabatnya telah kehabisan air dalam perjalanannya. Rasa haus menyengat di kerongkongan mereka. Sementara hamparan padang pasir yang luas tidak banyak memberikan harapan para sahabat untuk menghilangkan dahaga. Dalam kondisi seperti itu, tiba-tiba kafilah Rasul melihat bayang-bayang beberapa pohon dari kejauhan.Dengan penuh harapan, mereka menghampirinya.

Benar, terdapat oase yang dipinggirnya terlihat seorang Arab sedang mencicipi airnya, akan tetapi menyemburkannya kembali. Rasul bertanya, “Apa nama daerah ini?”“Air sial, rasanya asin,” jawab orang Arab tersebut. Mendengar ucapan orang itu, para sahabat Nabi mengurungkan niatnya untuk meneguk air tersebut.

Sambil tersenyum, Rasul SAW mendekati lelaki itu. Sambil menyiduk airnya, beliau berkata, “Bukan, daerah ini airnya bagus, airnya pun tawar dan menyegarkan.”

Para sahabat pun mencoba untuk meminum airnya. Ternyata mereka benar-benar merasakan kesegaran dan kenikmatannya, yang kesegarannya tidak pernah mereka temui selama hidupnya.

Setelah mencicipi kembali, lelaki Arab itu berkata, “Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi? Apa rahasianya? Siapakah lelaki mulia tadi?”

Inilah salah satu mukjizat Nabi SAW kita tercinta.

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: