Kisah & Hikmah

Batasan-Batasan Berkawan

Allah subhana wata’ala berfirman menegaskan tentang batas-batas berkawan: “Engkau (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari Dia. Lalu dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung.

Batasan-batasan Berkawan

Umar bin Nu’man Ja’fiy berkata: Imam Shadiq  mempunyai seorang kawan di mana kawan tersebut tidak pernah melepaskan Imam  kemana pun beliau pergi, dan dia tidak pernah terpisah darinya. Suatu hari dia bersama Imam pergi ke pasar tempat para penjahit sepatu, dan mencari pembantunya yang mana adalah seorang anak haram, tak disangka pembantu itu sudah berada di belakang punggungnya yang telah beberapa kali dicari tapi tidak terlihat sampai pada panggilan ketiga dia pun tidak nampak, kali ini panggilan yang ke empat dan dia pun terlihat kemudian dijitak dan berkata: Wahai anak haram kamu tadi kemana?

Hadhrat Shadiq  mengangkat tangan dan memukul jidatnya sendiri lalu berkata: Subhanallah! Kamu menuduh ibunya sebagai seorang penzina? Saya sangka kamu adalah seorang yang bersih dan suci, akan tetapi sekarang saya melihat bahwa kamu adalah orang yang tidak bertakwa dan tidak suci?

Dia (kawan) itu berkata : Saya mohon maaf, ibunya adalah seorang wanita penzina dan musyrik? Imam  berkata : Bukankah kamu tidak tahu bahwa setiap bangsa mempunyai tradisi pernikahan tersendiri, sekarang menjauhlah dariku!

Umar bin Nu’man (perawi hadis) berkata : Saya tidak pernah melihat dia lagi berjalan bersama imam  sampai kematian memisahkan mereka berdua.

Haji Aqa Husain Qummi juga adalah seorang ilmuan. Dari beberapa ilmuan yang dalam pertemanannya dan berkawan shahib, sangat luar biasa ketatnya dimana beliau berkawan sampai pada batasan-batasan yang dianjurkan oleh agama Islam, dan tidak akan pernah bersedia menyepelekan aturan-aturan syar’i hanya dikarenakan berkawan. Beberapa kali beliau berkata bahwa : Saya akan berkawan dan berteman dengan seseorang sampai pada pintu neraka akan tetapi saya tidak akan memasuki neraka hanya dikarenakan berkawan.  

 (Diterjemahkan oleh Ummu Jausyan)

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: