Kisah & Hikmah

Daya Tarik Al-Qur’an

Rasulullah SAW, “Sebaik-baik di antara kamu adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.”

Beberapa pemimpin Quraisy berkumpul untuk mengatur siasat menundukkan Nabi. Mereka mengutus Abul Walid, sastrawan Arab terkenal untuk membujuk Rasulullah agar meninggalkan dakwahnya. Nabi dijanjikan akan mendapat harta, kedudukan, dan sebagainya.

Setelah mendengar ucapan Abul Walid, Nabi membaca Surah Fushshilat dari awal hingga akhir. Abul Walid terpesona dengan keindahan lantunan ayat Al-Quran. Lalu, dia pun pergi dengan sejuta tanda tanya.

Kaum kafir Quraisy telah lama menunggunya dengan gelisah. Mereka tak sabar mendengar kabar dari Abul Walid yang wajahnya terlihat suram. “Apa hasil yang kamu bawa dan mengapa engkau bermuram durja?” Tanya mereka.

Abul Walid menjawab, “Aku belum pernah mendengar kata-kata yang seindah itu. Itu bukanlah syair, bukan sihir, dan bukan pula kata-kata ahli tenung. Al-Quran itu ibarat pohon yang daunnya rindang, akarnya menghujam ke tanah. Susunan kata-katanya manis dan enak didengar. Itu bukanlah kata-kata manusia, ia adalah tinggi dan tidak ada tandingannya.”

Mendengar jawaban ini, mereka menuduh Abul Walid telah berkhianat terhadap agama nenek moyang mereka dan lebih cenderung pada ajaran Muhammad SAW.

***

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: