Kisah & Hikmah

Dia pun Terkena Laknat Ayahnya

Buletinmitsal.com – Seorang lelaki tua menemui Rasulullah SAW dan mengadukan perihal putranya yang kaya raya seraya berkata, “Wahai Rasulullah, putra saya baik kepada semua orang dan membantu mereka, tetapi dia tidak mau membantu saya sebagai orang tuanya, bahkan mengusir saya dari rumahnya.”

Rasulullah SAW lalu mengutus sahabatnya untuk menemui anak orang tua itu dan menasihatinya agar mau menerima serta mengurusi ayahnya kembali, tetapi pemuda itu berbohong kepada Rasulullah dengan berkata. “Saya tidak punya cukup harta untuk mengurusi ayah saya.”

Rasulullah SAW berkata, “Aku tahu kalau kau memiliki gudang gandum dan kurma dan juga uang yang sangat banyak.”  Pemuda itu berkata, “Siapapun orang yang memberitahukan itu padamu adalah bohong.”

Rasulullah SAW melihat bahwa semua perkataannya tak dapat mempengaruhi hati pemuda yang lebih keras ketimbang batu itu. Kemudian beliau SAW bersabda, “Berdiri dan pergilah dari sisiku serta ketahuilah bahwa tak lama lagi kau akan menyesal, dan penyesalanmu itu tak lagi berguna bagimu.”

Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan sahabatnya untuk menyediakan sarana istirahat dan perbekalan hidup bagi orang tua itu dari baitul mal, agar dia tidak merasa terbebani dan mengalami kesusahan.

Pemuda itu merasa senang dan gembira setelah pergi dari hadapan Rasulullah SAW. Itu dikarenakan dia berhasil lepas dari tanggung jawab mengurusi ayahnya, tetapi tidak tahu bahwa penolakannya terhadap nasihat Rasulullah SAW kepadanya itu akan membawanya pada kesengsaraan di dunia dan akhirat.

Tak lama kemudian, ketika waktu penjualan kurma yang ada di gudang tiba dan membuka pintu gudang itu, tiba-tiba dia dikejutkan oleh ulat yang telah merusak semua kurma yang akan dijualnya kepada konsumen; yang tersisa hanyalah biji-bijinya dan gudang itu pun lebih pantas dijadikan kayu bakar ketimbang harus dijual kepada orang lain.

Dan beberapa hari kemudian ketika tiba saatnya menjual gandum yang ada di lumbung, tiba-tiba semua gandumnya diserang oleh serangga kecil yang merusak semuanya. Hewan kecil itu hanya menyisakan batang gandumnya saja. Akibat banyaknya ulat yang menempel, gandum itu menjadi sangat bau; bahkan hewan pun tidak mau memakannya. Karena itu, dia terpaksa menanggung semua kerugian tersebut dan mengeluarkan biaya yang sangat besar; akhirnya semua gandum itu dibuang ke gurun.

Semua kejadian yang menimpanya itu tetap tak membuatnya jera dan sadar untuk meminta maaf kepada ayahnya, sehingga mendoakannya agar tidak lagi beroleh kerugian seperti itu lagi. Beberapa hari setelah kejadian, pemuda itu jatuh sakit. Ketika hendak mengambil uang simpanannya untuk berobat, Allah mengubahnya menjadi lempengan-lempengan tembikar sehingga tak punya uang lagi untuk berobat.

Hari demi hari penyakitnya semakin parah dan seluruh kawannya tahu bahwa kemisikinan dan penyakit yang dideritanya itu akibat kedurhakaan kepada ayahnya. Karena itu, mereka semua menjauhinya. Dua tahun kemudian, tubuhnya hanya tersisa kulit yang menempel di tulang saja. Dia melangkah di pinggir jalan sambil bertumpu pada sebuah tongkat dan meminta pertolongan kepada semua orang.

Rasulullah SAW yang ketika itu sedang berjalan di pinggiran jalan bersama sebagian sahabatnya melihat pemuda itu sedang duduk di pinggir gang dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Beliau SAW menoleh kepada sahabatnya seraya berkata, “ Hai orang-orang yang durhaka kepada ayah dan ibunya, ambillah pelajaran dari orang ini. Inilah ganti daripada mendapatkan kedudukan dan posisi di surga, dan (yang merasa) mampu membeli surga dengan perantara harta dan posisi yang pernah dimilikinya. Tetapi ketahuilah, tidak lama lagi pemuda ini akan meninggal dunia dan masuk ke neraka Jahanam.”

(sumber : Kisah Ayah & Ibu, Ahmad Mir Khalaf Zadeh & Qasim Mir Khalaf Zadeh, Penerit Qorina)

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: