Kisah & Hikmah

Dia Yang Ingin Melihat Tuhan

Seribu dua ratus tahun yang lalu, seseorang menyeruak di tengah perkuliahan Ja’far Ash-Shadiq, cucu nabi yang keluasan ilmunya menjadi rujukan semua pendiri mazhab dalam Islam. Dia mengacung-acungkan tangan, meminta diberi kesempatan bertanya lebih dulu. “Jelaskan padaku tentang Tuhanmu,” katanya, “sampai seolah-olah aku melihat-Nya.”

Ash-Shadiq tersenyum dan balik bertanya : “Pernahkah kau berlayar di laut bebas?” Dia mengiyakan. Layaknya seorang dokter yang sedang mendiagnosa, Ash-Shadiq kembali bertanya: “Pernahkah kapalmu diterjang ombak dahsyat sehingga kau kehilangan harapan dan merasa bahwa ajalmu telah menyeringai di depanmu?” penanya itu kembali mengiyakan.

Lalu, Ash-Shadiq mengakhiri diagnosanya: “Nah, kalau kau telah kehilangan harapan pada semua sarana (penyelamatan) yang kau lihat atau yang kau pikirkan, lalu kepada siapa kau gantungkan harapanmu di detik-detik terakhir itu?”

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: