Info Islam

Hamas Tekankan Kelanjutan Intifada Palestina

4bn065ca768a20tsy8_800C450

Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) menekankan kelanjutan Intifada untuk membebaskan wilayah Palestina dari pendudukan rezim Zionis Israel.

Menurut laporan Alalam, Hamas dalam pernyataannya pada hari Kamis (8/2/2018) menyebutkan, revolusi rakyat Palestina adalah penjamin perlindungan atas al-Quds al-Sharif dalam menghadapi konspirasi dan ancaman Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pernyataan tersebut, Hamas menamai Hari Jumat pekan ini sebagai “Jumat Syahid Ahmad Nasr Jarrar.”

Gerakan Muqawama tersebut menyerukan semua kelompok Palestina untuk menggelar unjuk rasa besar seperti pekan-pekan sebelumnya terutama di berbagai wilayah perbatasan dan pos-pos pemeriksaan rezim Zionis guna mengecam kejahatan rezim ilegal dan penjajah al-Quds ini.

Sebelumnya, Ahmad Jarrar, seorang pejuang dari Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Hamas gugur syahid setelah aparat keaman rezim Zionis Israel berusaha menangkapnya sejak beberapa pekan lalu.

Pasukan keamanan rezim Zionis menembak Ahmad Jarrar dalam insiden bentrokan di sekitar Jenin pada Selasa, 6 Februari 2018.

Jarrar dituduh membunuh Raziel Shevach, seorang Rabbi Yahudi dalam operasi Havat Gilad di Nablus pada tanggal 9 Januari 2018.

Di sisi lain, Gerakan Jihad Islam Palestina menyerukan seluruh rakyat Palestina untuk berpartisipasi dalam unjuk rasa mengecam berbagai kejahatan rezim Zionis Israel dan keputusan Presiden Amerika Serikat terkait al-Quds.

Dalam sebuah pernyataan, Gerakan Jihad Islam Palestina meminta seluruh pihak untuk bergabung dalam unjuk rasa akbar pada hari Jumat, 9 Februari 2018 untuk mengecam kejahatan Israel dan keputusan Donald Trump, Presiden AS yang mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis.

Sejak keputusan Donald Trump, Presiden AS yang mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis pada 6 Desember 2017, berbagai daerah di Palestina menjadi ajang unjuk rasa dan bentrokan dengan pasukan kemanan rezim ilegal ini.

Bentrokan tersebut hingga sekarang telah menyebabkan sekitar 25 warga Palestina gugur syahid dan ribuan lainnya terluka.

Berdasarkan laporan terbaru, lebih dari 1000 warga Palestina ditangkap sejak keputusan Trump terakit al-Quds diumumkan.

Sumber : Parstoday

Komentari Artikel Ini

comments