Info Islam

Islam adalah Agama Damai yang Mengajarkan Kesetaraan

b09c6b704cbf82a6663e32312a8a791e

Buletinmitsal – Menurut Kantor Berita ABNA, Muktamar Majma Jahani Ahlul Bait ke-6 telah dibuka secara resmi di Teheran, Sabtu [15/8] oleh Presiden Republik Islam Iran, DR. Hasan Rouhani di hadapan sekitar 1000 orang delegasi dari 130 negara dan sejumlah pejabat penting Iran dan tamu negara. Dalam sambutan pada muktamar yang diselengggarakan setiap 4 tahun sekali itu, Presiden Iran Hassan Rouhani memperingatkan bahwa musuh berusaha untuk menciptakan perpecahan dikalangan internal umat Islam serta membentuk opini dan image negatif mengenai Islam, sehingga yang terpromosikan dihadapan masyarakat dunia, Islam itu agama teror, kekerasan dan anti kemanusiaan. “Keberadaan kita dalam pertemuan ini adalah untuk mendesak perlawanan terhadap plot tersebut.” tegasnya.

“Musuh bermaksud untuk mengubah agama moralitas dan persaudaraan menjadi agama kekerasan, ekstremisme, pembunuhan, perselisihan dan keretakan. Dan kita harus berdiri menyatakan perlawanan atas konspirasi itu.” ujar Presiden Iran tersebut.

“Kita seharusnya tidak membiarkan musuh untuk menggunakan kelompok-kelompok teroris untuk menggambarkan agama Islam  sebagai agama pembunuhan, kekerasan dan perusakan,” lanjutnya.

Rouhani lebih lanjut mengatakan bahwa semua Muslim harus tetap bersatu untuk menggagalkan rencana musuh Islam tersebut dengan tetap menampilkan wajah Islam yang sebenarnya, yaitu wajah yang damai dan mengupayakan kebersamaan.

Presiden Iran dalam penyampaiannya juga mengatakan Iran tidak akan pernah menggunakan kekuatan dalam bentuk apapun, untuk mendikte dan mencampuri urusan internal negara-negara sahabat.

Rouhani mengatakan bahwa kekuatan Iran terletak pada kemampuan argumentasi dan kelihaian dalam berdiplomasi, “Kita akan menggunakan kemampuan dan kekuatan kita untuk membangun perdamaian, stabilitas dan keamanan di kawasan ini. Menyelesaikan masalah dengan duduk bersama, bukan dengan ancaman senjata dan kekerasan.”

“Kami tidak melihat kekuatan kita di senjata. Kita melihat kekuatan kita dalam logika, penalaran dan mengangkat bendera perdamaian.” tegasnya.

Presiden Rouhani mencatat bahwa Iran menghormati nilai-nilai Islam dan demokrasi sambil mengamati hak-hak minoritas, mengatakan Syiah dan Muslim Sunni di negara itu adalah sama di depan hukum dan hidup dalam damai dan harmoni.

Dia menekankan bahwa logika Iran didasarkan pada hidup berdampingan secara damai dan persatuan di antara semua umat Islam.

Rouhani juga menyatakan bahwa maktab Ahlul Bait adalah madrasah pemikiran. “Ajaran Ahlul Bait adalah interpretasi Islam yang sebenarnya sebagaimana yang dikehendaki Al-Quran.” Jelasnya.

Ia menambahkan, “Tidak seperti propaganda musuh kita. Kita tidak sedang berusaha untuk mensyiahkan siapapaun, tapi hendak menjadi bagian yang menegakkan syiar Islam, bersama dengan kelompok Islam lainnya. Imam Khomeini ra telah mengajarkan kita bagaimana para pengikut Ahlul Bait, Syiah dan Sunni hidup bersama berdampingan dan persaudaraan.”

“Blok Barat meyakini, agama adalah primitivisme sementara blok Timur meyakini, agama adalah candu. Namun sejak revolusi Islam di Iran mencapai kemenangannya, Imam Khomeini telah mengubur kedua ideologi tersebut. Sekarang dunia sedang melirik Islam sebagai alternatif.” tambahnya.

Lebih lanjut Rouhani turut mengecam penggunaan kekuatan militer sebagai arogansi kekuasaan. Ia menyebutkan keberhasilan Iran dalam melakukan diplomasi dalam pembicaraan nuklir dengan kekuatan dunia, yaitu AS, Cina, Rusia, Jerman, Inggris dan Perancis adalah bukti nyata, bahwa tidak semua perselisihan bisa diselesaikan dengan konflik senjata.

“Kami membuktikan bahwa kami mampu mempekerjakan kekuatan politik dan logika untuk mengadakan pembicaraan dengan kekuatan utama dunia dan memaksa mereka untuk menyetujui hak bangsa Muslim kami,” tambahnya.

Rouhani dalam penyampaiannya, juga menyinggung Israel. Menurutnya, meskipun Israel memiliki senjata nuklir, namun menderita rasa tidak aman. Presiden Iran tersebut juga menyindiri negara-negara tetangga, yang meluncurkan agresi militer terhadap Yaman, dengan senjata canggi yang dibeli dari Amerika Serikat dan negara-negara Barat.

Dibagian akhir pidato sambutannya, Presiden Rouhani memuji pertemuan cendekiawan Muslim dalam muktamar tersebut dengan  mengatakan pertemuan tersebutt menyampaikan pesan persatuan bagi dunia Islam serta perdamaian, stabilitas dan keamanan di dunia.

“Bagi kami tidak ada perbedaan antara Irak Syiah, Lebanon Syiah, Suriah Syiah atau Sunni Yaman, Sunni Palestina. Kami menginginkan perdamaian dan keamanan dan kesetaraan bagi seluruh wilayah.” Tegasnya.

Disebutkan, Majma Jahani Ahlul Bait As sementara menyelenggarakan Muktamar ke -6 yang telah dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Islam Iran DR. Hasan Rouhani pada hari Sabtu [15/8]. Muktamar yang akan berlangsung selama 3 hari, dari 15-18 Agustus 2015 tersebut dihadiri 800 tokoh Syiah dari 130 negara. Acara 4 tahunan Majma tersebut akan meminta laporan pertanggungjawaban dari pengurus Majma periode sebelumnya dan akan mengangkat pengurus baru untuk menjalani amanah di periode selanjutnya selama 4 tahun ke depan.

Majma Jahani Ahlulbait (Bahasa Arab: المجمع العالمي لأهل البيت عليهم السلام ) dalam bahasa Indonesia Lembaga Internasional Ahlulbait adalah organisasi non government berskala internasional yang didirikan pada tahun 1990 oleh sejumlah ulama dan cendekiawan muslim Syiah dengan dukungan dari para ulama marja taklid. Organisasi ini bergerak dibidang pendidikan, penelitian dan percetakan dengan tujuan untuk memperkenalkan mazhab Ahlulbait As keseluruh dunia termasuk memberikan pembelaan dan perlindungan terhadap terhadap masyarakat muslim Syiah yang terzalimi.

Sumber : www.id.abna24.com

Komentari Artikel Ini

comments