Info Islam

Israel dan AS, Sumber Instabilitas Regional

Sidang Dewan Keamanan PBB dengan agenda membahas kondisi Timur Tengah dan Palestina menjadi ajang bagi AS dan Israel mengulang klaim klisenya terhadap Republik Islam Iran. Tapi tudingan infaktual itu dijawab dengan tegas oleh wakil Iran di PBB, dan balik menyebut Israel dan kebijakan AS sebagai sumber instabilitas regional.

Wakil AS dan rezim Zionis dalam pertemuan tersebut menyinggung masalah JCPOA, yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan agenda pembahasan sidang yang berlangsung Rabu (18/10/2017).

Nikki Haley dalam pertemuan khusus membahas masalah Timur Tengah di Dewan Keamanan PBB menyebut JCPOA sebagai dalih bagi Iran untuk mengacaukan kawasan. Senada dengan delegasi AS, Wakil Israel di PBB, Danny Danon menuding Iran mendukung teroris yang mengancam keamanan masyarakat dunia.

Menjawab rentetan tudingan tersebut, Wakil Tetap Iran di PBB, Gholamali Khosroo balik melancarkan balasan terhadap Israel dengan data yang kuat. Khosroo mengatakan, Rezim Zionis hingga kini telah 68 kali mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB. Sejarah rezim Zionis Israel sendiri, tuturnya, dimulai dengan pejarahan tanah orang-orang Palestina, dan berlanjut dengan menyerang negara lain.

Di bagian lain statemennya, wakil tetap Iran di PBB menyinggung dukungan membabi buta AS terhadap rezim Zionis. “Israel melakukan agresi dan kejahatan tiada tara terhadap Palestina dengan dukungan AS,” ujar Gholamali Khosroo.

Sejatinya, akar krisis di kawasan strategis Asia Barat bisa dilacak dari berdirinya rezim ilegal Israel di tahun 1948, dan dukungan negara-negara Barat, terutama Inggris dan AS terhadap rezim Zionis.

Pemerintah Inggris membidani kelahiran rezim Zionis. Kemudian AS melanjutkan dukungannya bersama negara Barat lain terhadap Israel dari mulai finansial hingga senjata. Dengan dukungan besar tersebut, rezim Zionis semakin leluasa untuk memperluas ekspansinya di wilayah Palestina  dan meluas hingga dataran tinggi Golan yang dahulu dimiliki Suriah. Tidak hanya itu, kehadiran rezim Zionis mengancam perdamaian dan keamanan regional dan global.

Rezim Zionis yang tidak meyakini prinsip-prinsip perdamaian dan keadilan kian hari menjadi ancaman nyata bagi negara-negara kawasan dan dunia. Kini, senjata nuklir Israel telah menjadi ancaman paling serius bagi negara-negara kawasan.

Selain itu, rezim Zionis terbukti mendukung kelompok-kelompok teroris yang beroperasi di berbagai negara dunia. Israel  melakukan berbagai serangan terhadap Suriah melalui tangan milisi teroris binaannya bersama dengan Arab Saudi, AS dan sejumlah negara lain. Berbagai laporan faktual menunjukkan peran besar Israel  mengobati para teroris yang terluka dalam perang dengan pasukan pemerintahan Suriah. Di dataran tinggi Golan, Israel bersama AS memberikan bantuan senjata dan dukungan militer terhadap milisi teroris Suriah.

Seluruh rangkaian fakta kejahatan Israel dan AS dalam mengobarkan instabilitas di kawasan Timur Tengah ini tidak dapat dipungkiri oleh Tel Aviv dan Washington. Namun untuk menyembunyikannya, mereka munuding Iran sebagai pendukung teroris. Padahal selama ini, Iran berada di garda depan dalam menumpas teroris.

Tampaknya, tudingan klise AS dan Israel dalam sidang Dewan Keamanan PBB hari Rabu (18/10/2017) kembali mengemuka sebagai bentuk kemarahan Washington dan Tel Aviv atas kegagalan plot mereka selama ini oleh Republik Islam Iran.

Sumber : parstoday

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: