Kisah & Hikmah

Balasan Bagi Para “Pecinta”

Allah SWT berkata: {Wa quli’maluu fasayarallahu ‘amalakum wa rasuuluhu walmu’minuun}  “Dan katakanlah, (Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin!)”

Melainkan setiap orang mukmin tidak mampu melihat perbuatan orang lain, melainkan hanya awliya Ilahi terpilihlah yang memiliki kelayakan demikian seperti aimmah maksumin. Imam Ridha merupakan hujjat Ilahi memiliki kedudukan sedemikian rupa dan dengan izin Allah beliau dapat mengawasi kehidupan kita dan memiliki kabar tentang rahasia yang tersimpan dan tersembunyi.

Balasan Bagi Para “Pecinta”

Sayyid ‘Abbas Kamali menukil bahwa: Di Haram Imam Ridha  dan di balik jendela baja, saya sibuk membaca doa ziarah. Saya melihat salah seorang teman yang dengan keadaan bersedih dan khawatir keluar dari Haram Muthahhar lalu kemudian dia pergi. Ketika dia telah sampai di hadapan saya, saya menanyakan kabarnya. Dari kondisi dan keadaannya saya tahu bahwa dia menjadi gelisah karena tidak beruang.

Oleh karena itu saya merogoh kantong dan menyodorkan sejumlah uang kepadanya, dia merasa malu dan tidak mau menerimanya. Saya katakan: Kami adalah berteman, mungkin suatu hari saya juga butuh dan menerima uang dari kamu, ayolah bawalah uang ini, belanjakanlah dan selesaikanlah masalah-masalah kehidupanmu. Dia terpaksa menerimanya dan mengambil uang itu lalu pergi meninggalkan Haram.

Beberapa waktu kemudian kami berdua bertemu, dia berkata: Wahai teman yang terhormat! Apakah dahulu kamu tahu perkara saya? Saya katakan, memangnya dahulu itu adalah suatu perkara? Dia berkata: Benar, hari itu betapa saya sangat kesempitan sehingga saya merasa sepi dan hanya sendirian dan saya mengatakan ke Imam Ridha dengan lancang dan tersendat-sendat: Wahai Imamku! Hari ini saya merasa terpuruk dari kesempitan dan kefakiran ini, berikanlah rahmatmu, engkau yang tahu bahwa saya memasukkan beberapa uang di dalam makammu, berikanlah inayahmu dan berikanlah sejumlah uang seperti sejumlah yang pernah saya masukkan ke dalam makammu dan sekali lagi berikanlah inayahmu! Perkataan ini terucap dari kesempitan dan kefakiran yang begitu keras, dan saya lalu keluar meninggalkan Haram sampai anda melihat saya dan mendesak saya untuk mengambil uang itu persis seperti sejumlah uang yang dari dahulu sampai sekarang saya masukkan di makam Imam Ridha.

Benar bahwa Aimmah Athhar dengan izin Ilahi mengetahui semua rahasia dan perkara para pecintanya.

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: