Info Islam

Kerjasama Kolektif, Solusi Atasi Ancaman Global

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei Ahad (14/2) sore bertemu dengan Presiden Ghana, John Dramani Mahama dan menilai kepentingan kekuatan imperialis dunia sebagai pemicu instabilitas dan beragam perang di berbagai penjuru dunia.

 

Seraya mengisyaratkan suburnya kelompok teroris di kawasan serta Afrika, Rahbar mangajukan pertanyaan bahwa bagaimana senjata canggih dan dana besar-besaran sampai ke tangan para teroris. Rahbar saat menjelaskan akar permasalahan ini mengungkapkan, “Kelompok teroris merupakan anak didik dinas intelijen dan akar dari seluruh permasalaha ini adalah kekuatan imperialis global, khususnya Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel merupakan manifestasi dari kejahatan ini.”

Realitanya adalah banyak negara untuk saat ini menghadapi ancaman koletif terorisme. Ancaman ini mengindikasikan bahwa terorisme tidak mengenal batas teritorial. Fenomena buruk ini melanda berbagai kawasan dunia, mulai dari Asia hingga Afrika, dari jantung Eropa hingga ke dalam masyarakat Amerika Serikat. Suburnya terorisme dan radikalisme disebabkan banyak faktor, di antaranya sikap dualisme Barat terhadap terorisme dan pemanfaatan kelompok teroris seperi ISIS sebagai sarana.

Seperti yang dijelaskan Rabhar dalam pertemuannya dengan presiden Ghana, solusi untuk menyelesaikan kendala ini adalah memerangi seluruh faktor yang memicu fenomena ini dan mencerabut akar-akar terorisme. Namun demikian untuk sampai pada tujuan kolektif ini harus diciptakan sebuah peluang sehingga seluruh pihak mampu menggalang kerjasama untuk menghadapi kendala ini.

Sementara itu, pijakan Iran dalam menggalang kerjasama dengan berbagai negara bertumpu pada asas ini. Hubungan Iran dan negara-negara Afrika termasuk Ghana juga memiliki karakteristik tersebut. Isu-isu yang digulirkan di perundingan resmi presiden Ghana dengan pejabat Iran kian menguatkan level hubungan di antara mereka. Republik Islam Iran meyakini bahwa kini krisis global telah sampai pada titik bahwa jika kerjasama ini tidak terealisasi maka semua pihak akan mengalami kerugian, serta tidak ada pihak yang akan keluar sebagai pemenang.

Sejatinya keamanan adalah isu global dan tidak terbatas pada perbatasan Asia atau Afrika. Solusi tunggal dan potensial untuk melewati krisis ini adalah kerjasama. Kerjasama ini dapat mencakup Asia hingga Eropa dan Afrika. Ghana juga memiliki pengalaman kuat dalam memerangi imperialis dan bertekad menghancurkan kelompok teroris.

Meski demikian harus dikatakan bahwa memerangi ancaman kolektif membutuhkan perubahan sikap dan mekanisme negatif serta menghentikan kebijakan dualismeoleh sejumlah negara yang mengklaim memerangi terorisme.

Realitanya adalah sejumlah negara di kawasan termasuk Arab Saudi malah menjadi pemicu maraknya terorisme dan mendukung kelompok teroris hanya untuk menumbangkan kedaulatan Suriah. Kebijakan ini membantu Amerika Serikat untuk memajukan ambisi intervensifnya dan membuka peluang bagi rezim Zionis Israel untuk menyalahgunakan krisis di kawasan.

Sumber : www.indonesian.irib.ir

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: