Info Islam

Khatib Tehran: Naif Jika Berharap Perubahan Perilaku AS

Khatib shalat Jumat Tehran mengatakan bahwa membayangkan perubahan perilaku Amerika Serikat dengan Iran adalah “naif.”

Ayatullah Mohammad Ali Movahedi Kermani dalam khutbahnya di hadapan ribuan jamaah shalat Jumat Kota Tehran, menerangkan Republik Islam tidak akan membiarkan AS menebar pengaruhnya di Iran.

“Washington tahu bahwa jika ingin menancapkan hegemoni politik, mereka harus masuk lewat budaya,” ujarnya.

Ayatullah Movahedi Kermani menegaskan Iran telah membuat musuh putus asa dalam mencapai kepentingan hegemoniknya. Menurutnya, perjanjian nuklir Iran bukan berarti bangsa Iran berdamai dengan AS, karena AS selama Islam masih ada akan menjadi musuh negara-negara Muslim termasuk Iran.

Dia menjelaskan bahwa perundingan nuklir Iran dan Kelompok 5+1 telah membuktikan kebenaran Republik Islam di mata dunia. “Tehran sama sekali tidak mengejar senjata nuklir dan hal ini juga sudah dibuktikan dalam negosiasi,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Ayatullah Movahedi Kermani juga menyinggung upaya beberapa negara Arab untuk menciptakan perpecahan di tengah kaum Muslim. Dia mengatakan, pengikut Syiah hakiki tidak akan pernah menghina simbol-simbol suci Ahlu Sunnah dan orang-orang yang melakukan penghinaan itu, mereka sama sekali tidak ada hubungannya dengan Syiah.

Dia mengkritik dukungan AS kepada rezim Zionis Israel dan menegaskan, AS dan sekutunya perlu tahu bahwa Iran juga tidak akan menarik dukungannya kepada muqawama dan Palestina.

Menyoroti transformasi di Timur Tengah, Ayatullah Movahedi Kermani menyampaikan harapan agar Arab Saudi menyadari kesalahan kebijakannya di kawasan dan kejahatan yang dilakukan di Yaman.

Dia juga berharap agar Irak dan Suriah menang dalam memerangi kelompok teroris ISIS sehingga keamanan tercipta di negara tersebut.

Sumber : www.Indonesian.irib.ir

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: