Info Islam

Maknai Kemerdekaan, Indonesia Harus Kembali ke Cita-Cita Pendiri Bangsa

Kemerdekaan bagi bangsa Indonesia merupakan suatu anugrah yang sangat berarti. Anugrah kemerdekaan ini setiap tahunnya disyukuri melalui momen perayaan hari kemerdekaan di seluruh penjuru negeri. Tahun ini bangsa Indonesia telah memasuki hari ulang tahun kemerdekaannya yang ke-70. Dalam tujuh dasawarsa perjalanan bangsa, satu hal yang patut dikaji adalah apakah arah perjalanan bangsa Indonesia selama ini sudah sesuai dengan amanat dan cita-cita para pendirinya berpuluh tahun silam. Sebab salah satu amanat penting kemerdekaan adalah tercapainya keadilan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan melihat kembali cita-cita pendiri bangsa, dapat menjadi bahan acuan untuk memberi kritik dan masukan positif kepada para pengambil kebijakan saat ini.

Sebagaimana terefleksi dalam acara Seminar Nasional Kemah Kedaulatan Memaknai 70 Tahun Indonesia Merdeka yang berlangsung di GOR UII, Sabtu (15/8). Acara yang diikuti oleh sivitas akademika UII dan jaringan aktivis organisasi Pro Demokrasi (ProDem) ini merupakan salah satu bentuk perenungan atas nikmat kemerdekaan dan penyampaian kritik positif atas perjalanan sejarah bangsa Indonesia selama ini. Dalam forum ini hadir para tokoh intelektual, budayawan, sivitas akademika, dan aktivis sosial yang menyampaikan seruan perubahan dan kritik sosial atas kebijakan pemerintah.

Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc dalam keynote speechnya mengatakan bahwa kemerdekaan adalah satu karunia bagi bangsa yang patut untuk disyukuri. “Dalam kacamata usia manusia, umur 70 tahun memang tergolong tua, namun umur tersebut masih sangat muda jika dilihat dari umur sebuah bangsa”, katanya. Konsensus untuk menjunjung kesamaan identitas sebagai satu bangsa, yakni bangsa Indonesia baru tercetus pada deklarasi Sumpah Pemuda tahun 1928.

Selain itu, Rektor juga menggarisbawahi bahwa saat ini tujuan dan cita-cita kemerdekaan yang sesungguhnya belum dapat diwujudkan oleh para pemimpin. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama dari segenap elemen bangsa untuk bersama-sama meraih cita-cita kemerdekaan tersebut. “Kita harus kembali bergandengan tangan. menyatukan langkah, dan mengesampingkan perbedaan di antara kita untuk saling bekerjasama meraih cita-cita kemerdekaan”, tambahnya.

Wakil Rektor III UII, Dr. Abdul Jamil, SH, MH mengatakan bahwa UII merupakan kampus perjuangan karena dilahirkan sebelum kemerdekaan oleh tangan para tokoh pendiri bangsa. “Sejalan dengan hal itu, UII menjalin kerjasama dengan ProDem lewat penyelenggaraan acara ini”, ungkapnya.

Sementara Ketua Majelis ProDem, H. Desmond J. Mahesa, SH, MH menyampaikan bahwa lewat forum ini pihaknya ingin memberikan pendidikan politik bagi para generasi muda agar mereka menjadi sosok yang peduli atas perjalanan bangsa pasca kemerdekaan. “Generasi muda adalah generasi penerus yang akan menentukan arah Indonesia ke depan. Kita ingin menciptakan pemikiran agar mereka tidak terbius oleh politik pencitraan yang penuh dengan kebohongan”, katanya. Selama ini ProDem cukup aktif memberikan pendidikan politik kepada kaum muda dan jaringan aktivis kampus di berbagai daerah.

Sumber : www.uii.ac.id

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: