Info Islam

Rakyat Irak Bertekad Usir Tentara Amerika

Buletinmitsal.com – Rakyat Irak berencana menggelar aksi demo jutaan massa anti Amerika hari Jumat (24/01) dengan tujuan menekankan pentingnya pengusiran militer Amerika dari wilayah negara mereka.

Pertanyaan penting di sini adalah mengapa rakyat dan kubu politik Irak menekankan pengusiran tentara Amerika dari negara mereka?

Tak diragukan lagi kebencian rakyat Irak terhadap Amerika diakibatkan kebijakan dan pendekatan Washington terhadap Baghdad.

Dari sisi politik, Amerika selama tiga dekade terakhir telah memberi pukulan berat kepada rakyat Irak melalui perang dan sanksi. AS di tahun 1991 dalam bentuk koalisi internasional dengan dalih mendukung Kuwait, menyerang Irak. Tidak ada data yang detail terkait korban tewas rakyat Irak di perang ini, namun secara umum puluhan ribu warga Irak tewas dan 75 ribu lainnya terluka serta lebih dari 80 ribu ditangkap.

Amerika di tahun 2003 untuk kedua kalinya dengan dalih senjata pemusnah massal yang tidak pernah ditemukan, menyerang Irak dan menumbangkan rezim Baath yang berkuasa di negara ini. Meski rezim Baath melakukan beragam kejahatan sadis terhadap rakyat Irak, namun perang Amerika juga menimbulkan dampak besar. Di antaranya adalah tewasnya lebih dari 140 ribu orang,tewas dan terlukanya lebih dari satu juta orang selama perang dan di penjara termasuk penjara Abu Ghraib, pengungsian sebanyak jutaan warga Irak serta pendudukan negara ini oleh Amerika sejak tahun 2003 hingga kini.

Selain perang, Amerika melalui sanksi juga memberi pukulan berat kepada bangsa Irak. Dengan sanksi, Amerika memaksakan penjualan minyak dengan imbalan makanan dan telah menimbulkan kerusakan serius di sektor ekonomi dan kemanusiaan negara ini. Akibat blokade dan sanksi ekonomi selama tahun 1991 hingga 2003, lebih dari satu juta anak-anak Irak meninggal dunia.

Sementara dari sisi kinerja, saat ini Iran didera beragam kesuliatan akibat pendudukan Amerika. Washington pasca perang 2003 tidak keluar dari Irak dan menempatkan pasukannya di negara ini. Mayoritas pendapatan minyak Irak diambil Amerika dengan alasan mereka menumbangkan diktator Saddam dan untuk pembiayaan penempatan pasukannya di negara ini. Di sisi lain, rakyat Irak mengalami kemiskinan dan pengangguran besar-besaran.

Lemahnya pelayanan publik merupakan salah satu alasan utama terbentuknya aksi demo dan berlanjutnya unjuk rasa warga Irak, namun realitanya adalah infrastruktur Irak musnah akibat militerasi Amerika. Selam dua perang yang dipaksakan kepada Irak, Amerika telah menyebabkan kehancuran lebih dari 10 ribu instansi dan lembaga vital di negara ini. Bagaimana pun juga, Irak juga dipaksa membayar ganti rugi perang Teluk Persia sebesar 52 miliar dolar.

Amerika Serikat juga penyebab munculnya kelompok teroris khususnya Daesh (ISIS) di Irak. Presiden AS saat ini, Donald Trump dan mantan menlu Hillary Clinton secara transparan menyatakan bahwa Daesh bikinan Amerika. Selama bertahun-tahun Daesh membantai puluhan ribu, melukai puluhan ribu lainnya serta memaksa jutaan warga mengungsi.

Teroris Daesh juga seperti Amerika, menghancurkan banyak infrastruktur Irak di mana negara ini membutuhkan sekitar 100 miliar dolar untuk merekonstruksi infrastrukturnya. Tak ragukan lagi Amerika juga terlibat dalam kejahatan Daesh di Irak.

Salah satu langkah jahat lain Amerika di Irak adalah membunuh dan melukai militer negara ini dalam serangan berulang, khususnya selama beberapa waktu terakhir. Di antara kejahatan Amerika yang tidak akan pernah dilupakan rakyat Irak adalah teror terhadap Abu Mahdi al-Muhandis, wakil komandan Hashd al-Shaabi pada Jumat (03/01) dini hari bersama Komandan pasukan Quds IRGC Iran, Letjen Qasem Seleimani beserta delapan orang lainnya.

Rakyat Irak dengan menggelar aksi demo jutaan massa Jumat depan, berencana menunjukkan protesnya atas kebijakan zalim dan rapor merah Amerika di Irak serta meminta pemerintah memiliki tekad serius untuk mengusir militer Amerika dari negara ini.

sumber: parstoday

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: