Kisah & Hikmah

Sayyidah Zainab: Saya Berterima Kasih Pada Ayah-Ibu

Buletinmitsal.com – Dalam keluarga Sayyidah Zainab, tak seorang pun di antara mereka yang setiap harinya tidak membaca beberapa ayat Al-Quran.

          Al-Quran adalah kitab kehidupan, mempelajari makna hidup dari Al-Quran adalah program harian setiap muslim. Tanpa terkecuali. Sayyidah Zainab, sama seperti yang lain, setiap hari membaca beberapa ayat Al-Quran, memikirikan apa yang terkandung di dalamnya dan mengambil pelajaran tentang makna kehidupan. Beliau memiliki beberapa pengajar dan pembimbing, ke mana pun beliau memandang, di sanalah beliau dapati seorang pengajar yang handal.

Anggota keluarganya sangatlah menguasai urusan keagamaan dan ilmu-ilmu Al-Quran, bahkan tamu-tamu mereka dalam pelajaran ini juga merupakan guru yang lebih berkompeten. Beliau selalu bertanya kepada siapa saja yang hadir, siapa saja yang tidak mengetahui sesuatu hendaknya bertanya kepada ahlinya. Ketika mereka mengungkapkan sebuah makna ayat kepadanya, beliau mendengarkannya dengan seksama.

Pada suatu hari, beliau meminta kepada ayahnya untuk menjelaskan sebuah ayat kepadanya. Dengan gembira, Imam Ali menjelaskan ayat yang dimaksud kepada putrinya. Zainab melihat ayahnya menjabarkan ayat tersebut dengan panjang lebar. Dari situ beliau paham bahwa ayat tersebut sangat berhubungan dengan kehidupan dan masa depannya.

Dari ayat tersebut beliau mengerti bahwa di tahun-tahun mendatang, beliau akan memikul sebuah tanggung jawab yang sangat berat. Beliau juga tahu bahwa ayahnya ingin agar beliau mempersiapkan diri untuk mengemban tanggung jawab penting tersebut. Penjelasan sang ayah yang begitu mendidik pun tuntas sudah.

Zainab melangkah ke depan, dia rapatkan tangannya kemudian meletakkannya di pipinya. Setelah itu, beliau berkata dengan nada perlahan, “Ayah, sebelumnya aku sudah tahu apa yang engkau bicarakan padaku. Jauh hari sebelum aku bertanya pada ayah, ibu sudah menjelaskan semuanya padaku. Beliau mengatakan padaku semua kejadian yang akan kualami, peristiwa-peristiwa besar apa saja yang akan kuhadapi, dan beliau sudah menjelaskan padaku tugas-tugas berat tersebut. Dengan pelajaran-pelajaran Al-Quran yang beliau ajarkan padaku, beliau ingin mepersiapkanku untuk kehidupan esok.”

Ayahnya menjawab, “Benar, wahai putriku, aku dan ibumu berkewajiban untuk mendidikmu dengan baik. Engkau adalah putri kami yang suci, karena itu kami harus melakukan sesuatu agar engkau menjadi orang yang agamis dan pecinta kebaikan. Dan ketika semua tragedi yang menakutkan itu terjadi, maka engkau akan menghadapinya dengan penuh keberanian…”

          Sayyidah Zainab berkata, “Aku berterima kasih kepada ayah dan ibu; terima kasihku kepada kalian sama seperti terima kasihku kepada Allah. Dia telah memerintahkan agar aku berterima kasih kepada ayah dan ibuku. Aku tidak akan pernah melupakan pelajaran-pelajaran bijak yang kalian berikan padaku. Aku ingin memohon kepada Allah agar menjadikanku sebagai anak serta murid yang baik bagi kalian.”

          Sayyidah Zainab adalah seorang putri yang sangat baik (salehah) bagi Imam Ali dan Sayyidah Fathimah.

(sumber : Kisah Ayah & Ibu, Ahmad Mir Khalaf Zadeh & Qasim Mir Khalaf Zadeh, Penerit Qorina)

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: