Info Islam

Seorang Warga Palestina Gugur Syahid dan Puluhan Lainnya Terluka

4bk16cfc5af6982enu_800C450

Kota-kota di Palestina pendudukan (Israel) kembali menjadi ajang demonstrasi luas untuk mengecam teror terhadap Syahid Ahmad Nasr Jarrar dan keputusan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis Israel.

Menurut Pusat Informasi Palestina, rakyat Palestina di kota Tepi Barat, al-Quds pendudukan dan Jalur Gaza menggelar unjuk rasa akbar pada hari Jumat (9/2/2018) untuk mengecam pembunuhan terhadap Jarrar dan keputusan Trump.

Ribuan jemaah Palestina di al-Quds juga menunaikan Shalat Jumat di area Masjid al-Aqsa meskipun diberlakukan pembatasan ketat oleh pasukan keamanana Israel.

Usai Shalat Jumat, mereka berpartisipasi dalam unjuk rasa untuk mengecam keputusan Trump terkait al-Quds.

Unjuk rasa di Tepi Barat, al-Quds dan Gaza berakhir dengan bentrokan antara warga Palestina dan aparat keamanan rezim Zionis.

Beberapa pemuda Palestina dilaporkan terluka oleh peluru aparat keamanan Israel dan puluhan lainnya mengalami sesak nafas karena menghirup gas air mata.

Menurut laporan Press TV, seorang pemuda Palestina di timur Jabalia, utara Gaza gugur syahid setelah pasukan keamanan Israel menembak tepat di kepalanya.

Unjuk rasa di kota Nablus, utara Tepi Barat digelar atas seruan Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas).

Para pengunjuk rasa mengibarkan bendera Hamas dan meneriakkan slogan yang memuji keberanian Syahid Ahmad Jarrar.

Di sisi lain, aparat keamanan rezim Zionis yang telah di tempatkan luas di al-Khalil terutama di sekitar Haram Nabi Ibrahim as bentrok dengan jemaah Shalat Jumat di lokasi tersebut.

Mereka menembakkan peluru tajam ke arah warga Palestina di Bab al-Zawiyah, al-Khalil.

Aparat keamanan Israel yang ditempatkan di pintu masuk kota al-Bireh juga menembaki mobil wartawan televisi Alalam.

Sejak keputusan Donald Trump, Presiden AS yang mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis pada 6 Desember 2017, berbagai daerah di Palestina menjadi ajang unjuk rasa dan bentrokan dengan pasukan kemanan rezim ilegal ini.

Bentrokan tersebut hingga sekarang telah menyebabkan sekitar 25 warga Palestina gugur syahid dan ribuan lainnya terluka.

Berdasarkan laporan terbaru, lebih dari 1000 warga Palestina ditangkap sejak keputusan Trump terakit al-Quds diumumkan.

Sumber : Parstoday

Komentari Artikel Ini

comments