Info Islam

Serangan Zionis ke Kapal Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza

4bpse6e6e18c90186lb_800C450

Ismail Haniyeh, ketua Biro Politik Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas), dalam sebuah pesan, mengecam para serangan rezim Zionis terhadap kapal pemecah blokade blokade Gaza dan terhadap para aktivis internasional pendukung Palestina.

Sebanyak 40 aktivis internasional dan pendukung Palestina dari 15 negara di atas kapal “Alawda” mencoba menembus blokade dan menyalurkan bantuan kepada warga Gaza. Namun pasukan Zionis pada hari Ahad menyerang kapal “Alawda” yang dalam perjalanan menuju Jalur Gaza dan menyita bantuan kemanusiaan internasional untuk Gaza, serta menggiring kapal tersebut ke pelabuhan Asdod, di Palestina pendudukan.

Komite Internasional untuk Pematahan Blokade Jalur Gaza telah mengumumkan bahwa 20 aktivis internasional yang bergerak menuju Gaza untuk menembus blokade, masih dalam tahanan Israel. Kapal “Alawda” adalah salah satu dari armada Freedom Flotilla untuk menembus blokade Israel terhadap Jalur Gaza.

Ini bukan pertama kalinya rezim Zionis menghadang kapal bantuan kemanusiaan internasional untuk Gaza. Pada Mei 2010, kapal Marmara Turki, salah satu kapal Freedom Flotilla 1 diserang komando angkatan laut Israel di perairan Gaza. Insiden tersebut membunuh atau melukai puluhan buruh.

Pasukan Zionis juga menyerang dan menyita sebuah kapal Freedom Fotilla 3  tiga tahun lalu, yang disebut Marian, yang datang dari Swedia untuk menyalurkan bantuan kepada Jalur Gaza. Israel memblokade Jalur Gaza sejak Gerakan Islam Palestina (Hamas) menang dalam pemilihan parlemen Palestina pada Januari 2006. Blokade dan serangan tersebut bertujuan menumbangkan Hamas.

Transformasi di Palestina menunjukkan bahwa upaya internasional untuk mencabut blokade terus berlanjut selama blokade Gaza diberlakukan. Tindakan besar dan terkoordinasi dari orang-orang untuk mendukung penduduk Gaza dalam berbagai bentuk, termasuk pengiriman berbagai konvoi bantuan internasional ke Gaza, menunjukkan kepekaan global yang semakin meningkat terhadap krisis Palestina.

Pengiriman kapal bantuan ke Gaza itu sendiri merupakan pesan kepada warga Gaza bahwa opini publik dunia menentang blokade rezim Zionis di Gaza. Pesan lainnya adalah bahwa masyarakat dunia tidak merasa terintimidasi oleh ancaman rezim Zionis dan akan melanjutkan upaya mereka untuk mematahkan blokade Gaza.

Pengiriman kapal pengangkut bantuan kemanusiaan masyarakat dunia ke Gaza juga menjadi peringatan kepada lembaga-lembaga internasional yang hanya menjadi penonton di hadapan aksi pelanggaran ketentuan internasional oleh rezim Zionis dan tidak mengambil langkah apapun untuk mendukung rakyat Palestina.

Serangan Israel terhadap kapal-kapal pembawa bantuan kemanusiaan internasional untuk Jalur Gaza, yang berlayar secara legal dan melalui pelabuhan internasional ke Gaza, merupakan aksi pembajakan nyata terhadap para aktivis pro-perdamaian Palestina. Aksi rezim Zionis dalam berurusan dengan kapal bantuan kemanusiaan ke Gaza disamakan dengan aksi-aksi bajak laut di masa lalu, dan ini jelas menguak watak asli rezim ilegal Zionis kepada masyarakat dunia.

Sumber : Parstoday

Komentari Artikel Ini

comments