Info Islam

Arifin Tak Menyangka Ikut Proyek Perluasan Masjidil Haram

Matahari pagi mulai bersinar menghangatkan Kota Mekkah saat kami berkunjung ke Baitullah untuk menjalankan umrah di Masjidil Haram, Selasa (18/8/2015).

Sebelumnya, kami menempuh perjalanan jauh dari Jakarta menuju Mekkah selama lebih dari 9 jam. Kami harus berbalut kain ihram putih-putih yang dikenakan sejak keluar Bandara King Abdul Aziz Jeddah untuk menjalankan prosesi umrah.   Ketika akan memasuki Masjidil Haram, seseorang dengan mengenakan helm proyek menyapa rombongan kami yang berdiri di antara burung merpati.

“Indonesia?” tanya pria berkaos hijau lengan panjang tersebut.

“Ya,” jawab beberapa orang serentak.

Laki-laki asal Makassar tersebut merasa senang mendengar kami mengatakan dari Indonesia. Awalnya ia mengira kami jamaah umrah. Tetapi setelah dijelaskan bahwa kami adalah bagian dari rombongan petugas haji Indonesia, ia pun semakin senang.

“Saya senang kalau bertemu orang dari Indonesia,” kata pria yang bernama Arifin Irsyad itu.

Ia mengaku sudah satu tahun ikut dalam proyek pembangunan Masjidil Haram. Ia tidak pernah menyangka bisa menjadi bagian dari pembangunan tempat yang dikunjungi orang muslim dari berbagai dunia.

Pria berperawakan tinggi tersebut ikut proyek pembangunan dari sebuah perusahaan yang berada di kawasan Jakarta Timur.

“Saya tidak menyangka akan bisa ikut proyek di sini. Bisa berada di Masjidil Haram,” ucapnya.

Ia ikut proyek perluasan Masjidil Haram sudah satu tahun lamanya. Dalam satu bulan ia mendapatkan penghasilan bersih sekitar Rp 8 juta.

“Itu sudah bersih ya, kami tinggal di mess perusahaan, makan dan minum sudah ditanggung,” ujarnya.

Memang bukan hanya Arifin saja yang ikut dalam proyek perluasan Masjidil Haram tersebut. Dia hanya satu di antara ribuan pekerja asal Indonesia lainnya yang ikut dalam pengerjaan perluasan tersebut.

Menjelang musim haji, perluasan Masjidil Haram masih dilakukan. Tampak beberapa bagian masih belum selesai sehingga ditutup supaya tidak dilalui jemaah yang akan beribadah di Masjidil Haram.

Perluasan area Masjidil Haram dilakukan dalam rangka menambah kenyamanan jemaah saat beribadah. Rencananya dalam perluasan tersebut akan dibangun bangunan lima lantai yang akan digunakan untuk tawaf. Akibat adanya perluasan area Masjidil Haram, kuota haji Indonesia tahun 2015 dikurangi 20 persen dari kuota normal sebanyak 210.000 jemaah menjadi 168.800 jemaah.

 

Sumber : www.kompas.com

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: