Info Islam

Rasionalitas, Prinsip Politik Iran

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menyatakan, dalam situasi sensitif saat ini Iran dan pemerintah negara-negara Islam maupun dunia harus mengambil langkah yang benar dan logis. Sadegh Hussein Jaber Ansari dalam statemennya menegaskan komitmen Tehran terhadap konvensi internasional terkait tempat-tempat diplomatik asing.

Dalam jumpa pers di depan para wartawan dalam dan luar negeri hari Senin (4/1/2016) ketika menyinggung ketegangan antara Iran dan Arab Saudi, Jaber Ansari mengatakan, pemerintah Arab Saudi tidak hanya melihat kepentingannya dalam kelanjutan friksi, namun juga keberlangsungan hidupnya. Negara ini telah mengagendakan untuk menciptakan ketegangan, konflik di kawasan, pemaksaan perang berdarah ke Yaman dan pengejaran kebijakan yang merusak keamanan dan stabilitas negara-negara regional.

Ketika ditanya mengenai hubungan terbaru antara Turki dan Arab Saudi serta pengaruhnya terhadap transformasi di kawasan, Jaber Ansari menuturkan, berbagai isu yang berbeda tidak seharusnya dicampuradukkan dalam hubungan regional dan interpretasi tunggal terkait masalah tersebut telah diberikan.

Menurut Jubir Iran, Presiden Turki telah menegaskan posisinya untuk mempertahankan hubungan bertetangga yang luas dengan Iran. Selain itu, jalur hubungan bilateral dengan pemerintah Turki dan negara-negara Islam merupakan isu khusus hubungan kedua pihak, dan tidak ada kaitannya dengan Iran.

Tentang pemutusan hubungan diplomatik sepihak yang dilakukan Arab Saudi terhadap Iran, Sadegh Hussein Jaber Ansari mengatakan, pemerintah Arab Saudi yang merasa semakin terkucil di kawasan, karena posisinya sebagai pendukung utama terorisme dan kelompok ekstrim takfiri, kini justru mengarahkan laju transformasi regional menuju ketegangan yang semakin berkobar.

Pada saat yang sama, Iran malah menyuarakan kebijakan yang jelas dan transparan dalam kebijakan luar negerinya dengan memperluas hubungan dengan negara-negara dunia, terutama negara-negara tetangga. Hingga kini Tehran menjalin hubungan baik dengan negara-negara kawasan, termasuk negara Arab. Juru Bicara kemenlu Iran menegaskan, Tehran menjunjung tinggi prinsip saling menghormati dalam hubungan diplomatik.

Terkait tragedi Mina dan ibadah haji, Sadegh Hussein Jaber Ansari mengatakan, tragedi Mina dan tindak lanjut tragedi tersebut tetap terbuka, dan sebagian dari masalah ini, termasuk pemindahan sejumlah jenazah korban Mina tetap dilakukan.

Sumber : www.indonesian.irib.ir

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: