Info Islam

Ancaman ISIS kepada Malaysia

Menyusul serangan terbaru polisi Malaysia, sebuah operasi teror yang dilancarkan kelompok teroris Takfiri ISIS berhasil digagalkan dan tujuh anggota kelompok ini ditangkap aparat keamanan.

Akibat serangan ini, pemerintah Malaysia mendapat peringatan dari kelompok ISIS bernama Katibah Nusantara. Kelompok Katibah Nusantara mengancam pemerintah Kuala Lumpur dan mendesak pembebasan anggotanya.

Katibah Nusantara bagian dari ISIS berbahasa Melayu dan dipimpin oleh Bahrun Naim yang saat ini masih berada di kota Raqqa, Suriah. Bahrun Naim mengkoordinir dan memimpin kelompok ini dari Suriah.

Katibah Nusantara mencakup wilayah Indonesia, Singapura, Thailand selatan, sebagian wilayah Filipina dan Brunai Darussalam. Diprediksikan anggota Katibah Nusantara mencapai beberapa ribu orang. Ancaman serius Katibah Nusantara kepada pemerintah Malaysia mengindikasikan bahwa kelompok ini memiliki kemampuan militer dan logistik untuk menghadapi pemerintah Kuala Lumpur.

Inspektur Jenderal (Irjen) Tito Karnavian, kapolda Metro Jaya seraya membenarkan ancaman tersebut menyatakan siap menghadapi terorisme. Sejumlah warga Indonesia dan Malaysia yang menjadi anggota ISIS secara praktis melayani kelompok teroris ini untuk melancarkan operasi anti kemanusiaan dan menjadi jembatan penghubung di Irak dan Suriah.

Mengingat pengakuan petinggi Malaysia bahwa ISIS memiliki anggota sekitar 50000 di negara ini, maka hal ini tentunya dapat menjadi ancaman serius bagi Kuala Lumpur. Kelompok ISIS berbahasa Melayu jelas-jelas menggunakan bahasa ini dan strategi tersebut dapat memperluas domain operasi mereka. Di tambah lagi Katibah Nusantara dengan mudah memanfaatkan media.

Melalui sebuah pesan video Katibah Nusantara memperingatkan bahwa mereka tidak akan tunduk pada pemerintah Malaysia, tapi berniat untuk menerapkan peraturan mereka sendiri.

Sejumlah pengamat politik meyakini bahwa ISIS memanfaatkan unsur pengaruhnya guna meraih ambisi mereka di Malaysia, karena Muhammad Lutfi Arifin atau Abu Mus’ab, mantan anggota Komite Pusat Partai Islam Malaysia (PAS) tahun lalu dilaporkan tewas di Suriah.

Tak diragukan lagi bahwa ancaman dan konfrontasi langsung ISIS dengan pemerintah Malaysia merefleksikan sikap arogan, anti Islam dan kemanusiaan Katibah Nusantara. Di sisi lain ketika aparat keamanan Malaysia kini gencar menggelar operasi untuk memusnahkan kelompok teroris ISIS dan cabangnya, maka mereka juga harus berani menanggung konsekwensinya berupa balas dendam kelompok ini di Malaysia.

Berdasarkan sejumlah bukti, pemerintah dan aparat keamanan Malaysia memiliki informasi akurat sehingga mereka mengakui bahwa Katibah Nusantara dengan 300 anggota khusus mampu melancarkan operasi teror tingkat tinggi. Bahkan disebutkan bahwa Bahrun Naim,warga Indonesia pendiri Katibah Nusantara berada di balik serangan teror terbaru di Jakarta yang menewaskan sejumlah orang.

Mengingat mantan anggota Partai Islam Malaysia (PAS) bergabung dengan ISIS, maka bisa saja anasir di partai radikal Indonesia, Singapura, Filipina dan Brunai Darussalam juga bergabung dengan kelompok teroris.

Di sisi lain, ASEAN tidak memiliki pilihan lain kecuali menggalang kerjasama penuh untuk memerangi terorisme, karena langkah individu tidak akan berhasil. Serangan bergilir teroris di wilayah ASEAN meski tidak memiliki dampak negatif cukup besar bagi negara-negara anggota, namun hal ini dapat menjadi peringatan. Dengan demikian negara kawasan Asia Tenggara akan mampu menemukan solusi untuk memobilisasi tekad kolektif guna memerangi fenomena buruk ini.

Sumber : www.indonesian.irib.ir

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: