Renungan

Beberapa Nash dan Riwayat tentang Kecintaan

AKU INGIN TAHU  (Camilia Badr)

Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang

“Katakanlah,”Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri,

kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu

khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah

lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya,

maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.”

Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.”

(QS. At-Taubah : 24)

  “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam

barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”

(QS. As-Shaff : 4)

  “Katakanlah, Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah

mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

(QS. Ali Imran : 31)

 “Tidaklah seseorang dapat memurnikan iman kepada Allah semata, sehingga Allah

menjadi yang lebih dicintai olehnya ketimbang dirinya sendiri, ayahnya, ibunya,

anaknya, istrinya, hartanya, dan manusia seluruhnya.”

(Imam Ja’far Shadiq)

 “Barangsiapa mencintai sesuatu, maka dia akan senantiasa menyebutnya.”

(Imam Ali bin Abi Thalib Kw)

 “Sesungguhnya Allah mencintai orang yang pemalu, sabar, dapat menjaga diri dan suci.”

(Rasulullah SAW)

 “Allah Azza Wajalla berfirman kepada Dawud as, Cinta kepada dunia

dan cinta kepada Allah tidak akan pernah bersatu dalam satu hati selamanya.”

(Rasulullah SAW)

 “Siapa saja yang tidak mencintai atas dasar agama dan tidak membenci

atas dasar agama, maka tidak ada agama baginya.”

(Imam Ja’far Shadiq)

 Dengan rahmat-Mu

Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi

          Ya Arhamar Rahimin

Komentari Artikel Ini

comments