Info Islam

Buah Tangan Ibadah Haji: Spiritual ataukah Material?

“Dalam safari spiritual ini, semua kita harus sampai pada komitmen untuk meraih buah tangan spiritual, bukan buah tangan material.”

Begitu tukas Hujjatul Islam Murawwiji Thabasi kepada wartawan Kantor Berita Shabestan hari ini dalam rangka menyambut musim haji tahun ini.

Dalam melaksanakan ibadah haji, tukas Thabasi, kita harus memperhatikan dua jenis persyaratan:

Pertama, persyaratan lahiriah. Semua persyaratan ini telah dijelaskan secara gamblang dalam buku-buku panduan taklid. Kemampuan finansial, kesehatan tubuh, dan keamanan perjalanan termasuk syarat-syarat lahiriah ini.

Kedua, kemampuan kalbu. Dalam syarat ini, kita harus mampu menguraikan kalbu kita dari jeratan dan ikatan materi duniawi.

“Dalam ihram haji, kita melepaskan seluruh pakaian duniawi dan seluruh bentuk kecantikan. Pesan dari semua ini adalah kita sedang mengenakan sehelai kafan,” ujar Thabasi.

Siapa pun di dunia dan dengan posisi sosial apapun yang dimiliki, lanjut Thabasi, akan berakhir dengan satu pakaian. Yaitu sehelai kafan di liang lahad.

Tukas Thabasi, ketika kita sedang melempar Jumrah, pada hakikatnya kita sedang melempar setan nafsu kita. Ketika kita sedang menyembelih binatang kurban, pada dasarnya kita sedang mengorbankan nafsu kita.

Hujjatul Islam Thabasi berharap, ritual pembebasan diri dari musyrikin tahun ini dapat diselenggarakan lebih meriah daripada tahun-tahun lalu. Dengan ritual ini, kita bisa mewujudkan persatuan persepsi guna melawan negara-negara imperialis dan orang-orang musyrik.

Sumber : www.id.shabestan.ir

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: