Info Islam

Dana ISIS Didapat dari Penjualan Minyak ke Turki

“Kerjasama antara Bilal Erdogan dan ISIS di Suriah dan Irak terhadap penjualan minyak mentah, adalah alasan utama mengapa Turki menembak jatuh pesawat perang Rusia,” demikian surat kabar berbahasa Rusia ‘Trud’ mengutip analis politik.
Hari ini, Jumat, 27/11/15, laporan media Rusia merilis laporan soal persengkongkolan perdagangan dan kerjasama energi skala besar antara putra Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Bilal Erdogan) dan kelompok ISIS yang menjadi dalang di balik penembakan jet tempur Rusia oleh pemerintah Ankara.

“Kerjasama antara Bilal Erdogan dan ISIS di Suriah dan Irak terhadap penjualan minyak mentah, adalah alasan utama mengapa Turki menembak jatuh pesawat perang Rusia,” demikian surat kabar berbahasa Rusia ‘Trud’ mengutip analis politik.

Laporan itu menjelaskan ISIS meraup keuntungan antara 40 juta sampai 50 juta dollar AS per bulan dari penjualan minyak secara ilegal yang dicuri dari ladang minyak Irak dan Suriah.

Pada bulan Agustus lalu, media Eropa juga menerbitkan informasi yang menunjukkan perusahaan gabungan raksasa Inggris-Turki sebagai penadah minyak yang dicuri oleh ISIS dari Irak dan Suriah.

Sementara pada pada bulan September 2014, Kelsey Harkness menjelaskan bahwa ISIS menggunakan kekayaan minyak curiah untuk membantu keuangan operasi terornya diseluruh dunia.

Kelsey Harkness dalam situs Dailysignal menjelaskan rincian sebagai berikut: Menurut Iraq Energy Institute, sebuah organisasi kebijakan nirlaba independen memfokuskan pada sektor energi Irak, tentara Islam radikal (ISIS) mengontrol produksi 30.000 barel minyak per hari di Irak dan 50.000 barel di Suriah. Dan menjual minyak di pasar gelap dengan harga diskon dari $ 40 per barel (dibandingkan dengan sekitar $ 93 per barel di pasar bebas), ISIS mengambil keuntungan $ 3.200.000 per hari.

Dan pendapatan minyak itu berjumlah hampir $ 100 juta setiap bulan, yang memungkinkan ISIS mendanai serangan militer dan teroris, dan merekrut lebih banyak pemuda dari seluruh dunia, termasuk Amerika.

Sumber : www.islamtimes.org

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: