Info Islam

Hamas Reaksi Persetujuan RUU “Unified Jerusalem”

4bmx37bfe5e2b7q8ck_800C450

Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) menyerukan perluasan intifada dan kelanjutan dukungan internasional kepada al-Quds untuk berkonfrontasi dengan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel.

Baru-baru ini, parlemen rezim Zionis (Knesset) telah menyetujui Rancangan Undang-Undang “Unified Jerusalem” (al-Quds yang bersatu) yang menentang segala bentuk perundingan kabinet ini terkait dengan al-Quds, kecuali mendapat persetujuan oleh mayoritas angggota parlemen dengan dua pertiga suara.

Dengan kata lain, Knesset menyetujui sebuah RUU yang membuat perlu untuk mendapatkan persetujuan 80 dari 120 anggota parlemen untuk mengubah status resmi al-Quds atau batas kota.

Menanggapi hal itu, Hamas mengumumkan, langkah Knesset yang menyetujui RUU “Unified Jerusalem” dan upaya untuk menggabungkan al-Quds dengan Israel merupakan kelanjutan rangkaian agresi dan serangan terhadap kota suci tersebut.

“Transformasi berbahaya terbaru menunjukkan bahwa Pemimpin Otoritas Palestina (Mahmoud Abbas) harus mengakhiri koordinasi keamanannya dengan penjajah (Israel),” tegas pernyataan Hamas seperi dilansir situs el-Nashra Lebanon.

Di sisi lain, Nabil Abu Rudeineh, juru bicara Otoritas Palestina mengecam Undang-undang “Unified Jerusalem” yang disahkan di parlemen rezim Zionis.

“Israel secara resmi mengumumkan berakhirnya proses perdamaian,” ujarnya.

Ia menegaskan, keputusan Israel terkait al-Quds tidak memiliki nilai hukum.

Sumber : Parstoday

Komentari Artikel Ini

comments