Info Islam

Hari Nakba, Penderitaan 68 Tahun Bangsa Palestina

Telah 68 tahun berlalu sejak pendudukan Palestina oleh rezim Zionis Israel. Hari yang bertepatan dengan deklarasi rezim penjajah Israel itu dinamakan dengan Hari Nakba, atau Hari Petaka. Hari Nakba diperingati pertama kali pada 14 Mei 1948 bersamaan dengan berbagai kejahatan bengis rezim Zionis terhadap bangsa Palestina.

Eksistensi Israel telah dirancang oleh Inggris selama beberapa dekade dan pada akhirnya berujung pada pendudukan wilayah Palestina. Tahun ini, hari itu diperingati di saat kejahatan rezim Zionis semakin meningkat.

Sejak pendudukan Palestina, warga Palestina dan masyarakat kawasan Asia Barat selalu menyaksikan perilaku serta politik ankara dan kriminal rezim Zionis. Peperangan dan penderitaan yang dipaksakan terhadap masyarakat regional seakan tidak pernah berhenti sejak kehadiran rezim penjajah di bumi Palestina itu.

Meski demikian, kejahatan nyata itu terus didukung oleh kekuatan Barat khususnya Amerika Serikat. Dengan berlalunya masa dan peningkatan persenjataan rezim ini, kejahatan rezim Zionis semakin meluas dan kian berbahaya. Masalah ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat internasional.

Terkait hal ini Komisi Anti-Penyiksaan di Perserikatan Bangsa-Bangsa mengkritik aksi-aksi tidak manusiawi rezim Zionis. Komisi tersebut juga mempublikasikan kinerja rezim Zionis bersamaan dengan peringatan pembentukan rezim ilegal itu.

Dalam laporan setebal 12 halaman, Komisi Anti-Penyiksaan PBB mengecam penangkapan khusus atau yang disebut dengan istilah “penangkapan administratif” di mana aparat keamanan Israel dapat menahan warga Palestina hingga berbulan-bulan, tanpa melalui proses pengadilan atau pembuktian tuduhan. Laporan itu juga menekankan bahwa 700 orang termasuk 12 anak di bahwah 18 tahun, saat ini ditahan dengan status tahanan administratif.

Jens Modvig, yang memimpin sidang Komite mengatakan, penahanan itu bisa berlangsung selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dan nyaris para tahanan tidak dapat ditemui. Sementara di sisi lain, sejak pertengahan September lalu hingga kini sekitar 200 orang Palestina gugur syahid ditembak rezim Zionis.

Dalam kerangka politik represif untuk memperkokoh posisinya di wilayah pendudukan, rezim Zionis meningkatkan kejahatannya dan hasilnya adalah ribuan warga Palestina ditahan, mengungsi dan gugur syahid.

Strategi pemenjaraan warga Palestina oleh rezim Zionis itu sedemikian meluas sehingga sejak 1967 hingga kini lebih dari 850 ribu warga Palestina pernah dipenjara. Sekarang, tercatat 7.000 warga Palestina dipenjara dengan kondisi yang sangat mengkhawatirkan dan merasakan penyiksaan mengerikan. Akibatnya, ratusan tahanan Palestina gugur syahid dan banyak tahanan yang menderita penyakit yang tidak mungkin disembuhkan dan bahkan cacat fisik.

Kelambanan langkah masyarakat internasional khususnya dunia Islam untuk mencegah berlanjutnya kejahatan rezim Zionis ini akan kian mempersulit kondisi bangsa tertindas Palestina. Selain itu, upaya untuk mengakhiri pendudukan Israel juga akan semakin sulit.

Sumber : www.indonesian.irib.ir

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: