Info Islam

Kebuasan Israel Tumpas Warga Palestina

Kebuasan Israel Tumpas Warga Palestina

Seiring dengan eskalasi penangkapan warga Palestina oleh rezim Zionis Israel, berbagai sumber Otorita mengabarkan keberadaan tujuh ribu warga Palestina di penjara-penjara rezim ilegal ini.

Departemen Urusan Tawanan Palestina Ahad (5/6) di laporannya seraya mengisyaratkan maraknya penangkapan warga Palestina oleh tentara Israel dengan maksud membungkam intifada al-Quds, mengumumkan, “Saat ini sedikitnya tujuh ribu warga Palestina termasuk 500 perempuan dan anak-anak, tujuh anggota parlemen dan dua mantan menteri Palestina mendekam di penjara Israel.”

Departemen Urusan Tawanan Palestina di laporannya seraya mengungkapkan kekhawatirannya atas pejabat dan sipir Zionis selama bulan Ramadhan meningkatkan pembatasan serta hukuman tawanan Palestina, meminta organisasi internasional berusaha membebaskan tawanan Palestina.

Terkait hal ini, Organisasi Tahanan Palestina hari Ahad di statemennya menyatakan bahwa sejak Juni 1967 hingga kini sekitar 850 ribu warga Palestina ditangkap rezim Zionis dan ini mencakup sekitar 20 persen total populasi warga Palestina.

Organisasi ini menambahkan, meluasnya domain penangkapan membuat rezim Israel terpaksa membangun puluhan penjara baru. Parahnya, penjara baru tersebut kondisinya lebih buruk dari pejara-penjara lama. Menurut laporan organisasi ini selama jangka waktu tersebut, sekitar 207 tawanan Palestina gugur, 71 di antaranya karena siksaan kejam, 55 karena ketidakpedulian pelayanan medis, 73 ditumpas dan tujuh lainnya meninggal karena tembakan langsung.

Seiring dengan perlisan laporan Departemen urusan Tawanan Palestina dan Organisasi Tahanan Palestina terkait kondisi para tawanan Palestina di penjara rezim Zionis, berbagai sumber Palestina menyatakna, serangan 24 jam lalu oleh Zionis ke bumi Palestina sedikitnya 40 pemuda Palestina dengan tuduhan berkerjasama dengan kelompok muqawama ditangkap dan dibawa ke tempat yang tidak diketahui.

Di kondisi seperti ini, Pemimpin Otorita Ramallah, Mahmoud Abbas hari Ahad merilis statemen mengecam gelombangbaru serangan aparat keamanan Israel ke bumi Palestina serta menuntut upaya internasional untuk mengakhiri penjajahan rezim Zionis serta pembentukan negara independen Palestina dnegan ibukota Baitul Maqdis.

Abbas yang menyampaikan pidato bertepatan dengan peringatan ke-49 perang 1967 antara Arab dan Israel mengatakan, “Bangsa Palestina tidak akan menyerah pada penumpasan Israel meski adanya berbagai represi.”

Perdama Menteri Palestina, Rami Hamdalla seraya memperingatkan dampak berbahaya berlanjutnya aksi-aksi rezim Zionis di Baitul Maqdis Timur pendudukan menekanan bahwa tanpa merebut kembali Baitul Maqdis yang diduduki, keamanan, perdamaian dan stabilitas di kawasan tidak akan terwujud serta tidak ada warga Palestina yang setuju pembentukan negara independen tanpa pembebasan kawasan timur Baitul Maqdis dari cengkeraman Zionis.

Seraua menekankan pembebasan seluruh tawanan Palestina, Rami Hamdallah menambahkan, “Langkah menipu Israel di Baitul Maqdis tidak akan mampu menutupi realita hitam dan memori menyakitkan yakni tragedi pendudukan ibukota abadi kami.” (MF)

Sumber : www.parstoday.com/id

Komentari Artikel Ini

comments