Info Islam

Kesepakatan Abad, Arab Saudi dan UEA Berkhianat

Buletinmitsal.com – Seorang pengamat politik yang juga penyiar di stasiun televisi Al Jazeera, memprotes pengkhianatan yang dilakukan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab terkait proyek Kesepakatan Abad. Menurutnya, proyek semacam ini pernah dilakukan terhadap Irlandia untuk menghapus hak politik rakyat negara itu.

Fars News (1/2/2020) melaporkan, Jamal Rayan terkait proyek prakarsa Amerika Serikat, Kesepakatan Abad mengatakan, kita harus menangis atas apa yang telah membawa bangsa Arab dan umat Islam sampai ke kondisi ini.

Dalam video yang diunggahnya di laman Facebook, Rayan menjelaskan, saya tidak pernah dikejutkan dengan Kesepakatan Abad, pasalnya saya tahu siapa arsiteknya. Mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair menerapkan skenario serupa di Irlandia, dan dengan menggelontorkan uang serta investasi di sana, ia menghapus hak politik rakyat Irlandia, dan sekarang hal yang sama ingin dilakukannya di Palestina.

Reporter Al Jazeera itu menambahkan, rakyat Palestina tidak pernah mengarahkan moncong senjatanya kepada Saudi dan UEA atau tokoh-tokoh kedua negara itu. Ini pengkhianatan. Jika Saudi dan UEA benar-benar menginginkan proyek ini, maka itu harus dijalankan di negara mereka sendiri.

Ia melanjutkan, kami rakyat Palestina tidak punya tanah. Tanah yang dijajah ini dihuni oleh hampir 7 juta warga Palestina, dan 7 juta lainnya mengungsi, mereka adalah orang yang paling kompeten di segala bidang. Bangsa Palestina mampu mengelola negaranya sendiri. Kalian ingin membunuh rakyat Palestina. Mengapa terang-terangan dan penuh kebencian, mencampuri masa depan sebuah bangsa ?

Rayan menegaskan, Kesepakatan Abad ini tidak akan pernah disahkan, karena kami adalah pemilik sah tanah ini. Pengungsi Palestina akan kembali. Musuh akan pergi dan kami tetap tinggal di sini.

sumber: parstoday

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: