Info Islam

Reaksi Palestina atas Sabotase Israel di Rekonsiliasi Nasional

Berbagai berita menunjukkan berlanjutnya sabotase rezim Zionis Israel di proses rekonsiliasi nasional Palestina dan memberikan syarat bagi perealisasiannya.

Aksi Zionis ini menuai reaksi dari berbagai kubu Palestina dan menilainya sebagai bentuk intervensi Tel Aviv di urusan internal Palestina.

Dalam koridor sabotase Israel, kabinet keamanan rezim ini hari Selasa mengumumkan sejumlah syarat untuk menerima pembentukan pemerintah nasional bersatu Palestina yang melibatkan Gerakan Perlawanan Islam Palestina Hamas.

Syarat paling menonjol yang diajukan Israel adalah pengakuan resmi atas eksistensi rezim ini oleh Hamas, dihentikannya intifada, pelucutan senjata kubu muqawama Palestina serta dibukanya kembali perundingan damai dengan melibatkan pemerintah nasional bersatu Palestina.

Ketika Israel menekankan syarat ini, para pemimpin Hamas setelah menandatangani kesepakatan rekonsiliasi nasional dengan Fatah menekankan bahwa senjata Hamas adalah garis merah kubu muqawama dan selama proses rekonsiliasi nasional, isu ini tidak pernah dibicarakan.

Jihad Islam Palestina juga menegaskan bahwa senjata muqawama tidak dapat dinegosiasikan. Otoritas Palestina juga menunjukkan reaksi atas syarat yang diajukan rezim Zionis. Saat menjawab syarat yang diajukan Israel, Otorita Palestina menekankan bahwa rekonsiliasi nasional merupakan bagian dari kepentingan tertinggi nasional bangsa ini.

Seluruh kubu Palestina sepakat bahwa rekonsiliasi nasional menjadi peluang bagi terealisasinya tuntutan dan cita-cita bangsa Palestina terkait solidaritas nasional dan pembentukan negara independen Palestina. Poin yang patut direnungkan dari reaksi Palestina adalah penekanannya atas dilanjutkannya langkah-langkah kuat bagi persatuan nasional guna memperkokoh front internal dalam menjawab intervensi Israel.

Oleh karena itu, persatuan nasional Palestina dan pergerakannya senantiasa memicu kemarahan petinggi Israel dan dengan berbagai cara, rezim ini berusaha menyabotase gerakan bangsa Palestina ini untuk mencegah semakin kuatnya kekuatan bangsa tertindas Palestina.

Rezim Zionis melalui konspirasi tersebut berencana dari satu sisi menghapus peluang bangsa Palestina meraih cita-citanya dan dari sisi lain, mengakhiri krisis Palestina demi kepentingan Tel Aviv. Eskalasi kebijakan rasis Israel anti bangsa Palestina selama beberapa bulan terakhir termasuk perluasan distrik Zionis di bumi Palestina dan penumpasan warga Palestina di berbagai wilayah mengindikasikan pergerakan Tel Aviv di kasus ini.

Di kondisi seperti ini, berbagai kubu Palestina dengan meminta Fatah serta Hamas, menuntut upaya kedua kubu ini untuk melaksanakan isi perjanjian rekonsiliasi nasional guna mematahkan babak baru konspirasi Israel. Rakyat Palestina selama beberapa bulan terakhir dengan menggelar demonstrasi dan konsentrasi di berbagai wilayah mengumumkan dukungannya untuk mengakhiri friksi antara Fatah dan Hamas guna menyelesaikan krisis internal.

Rakyat Palestina senantiasa menekankan persatuan di antara kubu Palestina dengan poros muqawama. Selain menentang setiap perdamaian dengan Tel Aviv, rakyat Palestina menilai berjuang melawan rezim penjajah al-Quds sebagai prioritas utama mereka.

Babak baru intifada telah menetapkan aturan baru dalam melawan rezim Zionis dan peluang proses baru berperang melawan Israel melalui operasi muqawama para pejuang Palestina. Kondisi ini kian membuat rezim Zionis khawatir.

Transformasi Palestina selama beberapa bulan terakhir menjadi titik balik di tingkat politik dan perjuangan rakyat Palestina melawan Israel, dimana pergerakan rakyat tertindas ini kian mempercepat perealisasian cita-cita mereka.

Sumber : Parstoday

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: