Info Islam

Baitul Maqdis, Korban Transaksi Gelap Dunia Arab

Rezim Zionis Israel terus meningkatkan kebijakan arogan dan destruktifnya di al-Quds. Baru-baru ini perusahaan Euro Israel menyatakan tengah memperluas distrik Yakub di utara al-Quds pendudukan dan membangun pemukiman baru di kawasan tersebut.

Berdasarkan proyek ini, rencananya akan dibangun 78 pemukiman baru di empat gedung bertingkat sembilan. Perusahaan tersebut saat ini memiliki tiga proyek konstruksi dan mencakup 122 proses konstruksi, 32 serta 96 unit rumah di distrik Ariel serta distrik di sekitar Baitul Maqdis.

Tahap pertama proyek ini senilai 75 juta Shekel (19 juta dolar). Menurut keterangan lembaga statistik, proses pembangunan unit rumah rezim Zionis di paruh pertama tahun 2015 meningkat 54 persen dibanding dengan periode yang sama tahun lalu. Menurut sumber ini, pembangunan lebih dari 1000 unit rumah Israel di pertengahan tahun pertama tahun ini mencapai tahap akhir.

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu terkait hal ini mengatakan, akan terbentuk kondisi baru di al-Quds. Oleh karena itu, ia meminta aparat keamanan menembaki para demonstran Palestina dengan timah panas. Selama beberapa bulan terakhir, bumi Palestina pendudukan menjadi ajang konspirasi rezim Zionis.

Dari satu sisi, Israel menggenjot proyek pembangunan dan perluasan distrik Zionis demi mengejar kebijakan ekspansionisnya. Sementara dari sisi lain, Israel mengorganisir serangan militer dan pemukim Zionis ke Masjid al-Aqsa demi merusak tempat suci ini dan bersejarah ini.

Kini kabinet Israel terus melanjutkan pelanggarannya terhadap Masjid al-Aqsa sehingga mempermudah ambisi mereka menerapkan pembagian jadwal di tempat suci ini dan membatasi warga Palestina beribadah di dalamnya.

Dengan dilancarkannya strategi judaisasi Baitul Maqdis, rezim Zionis Israel sejak tahun 1967 telah mencaplok 87 persen kota bersejarah ini selama beberapa dekade penjajahan. Langkah ini dilancarkan Tel Aviv ditengah kebungkaman masyarakat internaisonal dan dunia Arab.

Dunia Arab selama beberapa dekade lalu dililit friksi internal dan kekuatan regional. Kondisi ini telah membuka peluang intervensi Barat di Timur Tengah. Di kondisi seperti ini, krisis Suriah, instabilitas di Irak dan kondisi mengenaskan di Yaman, membuat isu Palestina dan berita kejahatan Israel di bumi pendudukan semakin terpinggirkan. Dengan demikian Tel Aviv semakin tebal tekadnya untuk mengejar ambisinya.

Tak hanya itu, berbagai berita mengenai tawanan Palestina, distrik Zionis, perusakan Masjid al-Aqsa dan pembantaian serta terlukanya warga Palestina yang terjadi setiap hari di Baitul Maqdis atau Tepi Barat dan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza disensor, supaya tangan-tangan Israel semakin leluasa menebar kejahatannya.

Al-Quds dan Palestina seperti sebelumnya menjadi korban transaksi rahasia sekutu Arab kawasan dengan Barat serta Amerika Serikat. Hal ini membuat kondisi rakyat Palestina semakin memprihatinkan.

Sumber : www.indonesian.irib.ir

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: