Info Islam

Kelompok Palestina Peringatkan Dampak Keputusan Trump

4bpme597535b7f11qs6_800C450

Pejabat dan kelompok-kelompok Palestina memperingatkan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat terkait krisis di kawasan akibat keputusannya untuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke al-Quds di Hari Nakba.

14 Mei 1948 bertepatan dengan pendudukan Palestina oleh rezim Zionis Israel yang dikenal dengan Hari Nakba. Yawm an-Nakbah atau “Hari Kehancuran” adalah hari peringatan tahunan untuk pengusiran bangsa Palestina yang mendorong terbentuknya rezim Zionis pada tahun 1948.

Kementerian Luar Negeri AS pada hari Jumat (23/2/2018) mengumumkan bahwa  Kedubes negara ini akan dipindah dari Tel Aviv ke al-Quds pada tanggal 14 Mei 2018.

Gerakan Jihad Islam Palestina mereaksi pengumuman tersebut dan menyatakan bahwa langkah AS ini menegaskan peran Washington untuk mengancam serta merusak keamanan dan stabilitas regional, sekaligus dukungan kepada langkah terorisme yang dilakukan oleh para pejabat Israel terhadap hak rakyat Palestina.

Menurut Anadolu, Jihad Islam Palestina dalam pernyataannya menambahkan, penentuan hari ulang tahun Nakba –yang merupakan periode kejahatan terburuk– sebagai waktu pelaksanaan keputusan ilegal untuk memindahkan Kedubes AS ke al-Quds sebenarnya merupakan hadiah bagi Zionis, yang melakukan kejahatan terhadap rakyat Palestina.

Sementara itu, Mustafa al-Barghouthi, Sekretaris Jenderal Gerakan Inisiatif Nasional Palestina menggambarkan pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke al-Quds sebagai langkah yang provokatif.

Ia mengatakan, Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) harus segera memberikan respon nyata terhadap keputusan pemerintah AS, dan  melaksanakan keputusan Dewan Pusat Palestina terutama penghentian koordinasi keamanan dengan Israel.

Sebelumnya, Otoritas Palestina yang dipimpin oleh Mahmoud Abbas dan Abdul Latif al-Qanou, juru bicara Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) dalam pernyataan terpisah, mengecam keputusan AS tersebut.

Pada tanggal 6 Desember 2018, Donald Trump, Presiden AS mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis. Keputusan ini menuai protes luas dari berbagai kalangan di tingkat regional dan internasional.

Sumber : Parstoday

Komentari Artikel Ini

comments