Info Islam

Meski dalam Kesulitan, Rakyat Yaman Tak Lupa Dukung Palestina

4bk8329dc6f216cf4p_800C450

Sumber-sumber Yaman mengabarkan unjuk rasa penduduk Provinsi Saada di utara negara ini untuk menandai hari ke-1000 dari perlawanan mereka menghadapi agresi brutal militer Arab Saudi dan sekutunya.

Seperti dilansir IRIB, ribuan warga Yaman menggelar unjuk rasa di Saada pada Selasa (19/12/2017) untuk mengecam kelanjutan serangan militer Arab Saudi ke Yaman dan menegaskan dukungan mereka kepada rakyat Palestina.

Para peserta unjuk rasa menyebut keputusan Donlad Trump, Presiden Amerika Serikat yang mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis Israel sebagai tindakan konyol dan bodoh. Mereka menegaskan bahwa Palestina adalah isu utama dunia Islam dan rakyat Yaman.

Para pendemo juga menyatakan kesiapannya untuk membebaskan al-Quds bersama para penuntut kebebasan dunia. Mereka meneriakkan slogan-slogan seperti “AS dan Zionis harus mengetahui bahwa kami masih teguh” dan “rakyat Yaman akan melanjutkan perlawanannya hingga mencapai kemenangan final dan terciptanya keamanan penuh.”

“Respon terhadap bualan para pejabat AS tentang Yaman adalah berpartisipasi dalam mendan-medan tempur,” tegas para demonstran.

Di hari ke-1000 dari perlawanan rakyat Yaman dalam menghadapi agresi keji Arab Saudi, lebih dari 350 tokoh senior termasuk enam pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, para mantan komandan militer, politisi, diplomat dan orang-orang terkemuka menuntut para pemimpin Perancis, AS dan Inggris untuk menghindari berkobarnya perang dan mendesak mereka untuk menggunakan pososinya di Dewan Keamanan PBB guna berperan sebagai mediator perdamaian.

Bersamaan unjuk rasa tersebut, Arab Saudi juga melanjutkan serangan udaranya ke Yaman dan jet-jet tempur negara itu membombardir kawasan peternakan di beberapa daerah di Provinsi Saada.

Agresi militer Arab Saudi ke Yaman yang memperoleh dukungan dari Amerika Serikat dimulai sejak Maret 2015. Invasi militer ini hingga sekarang telah merenggut nyawa belasan ribu warga Yaman, terutama anak-anak dan perempuan.

Agresi militer Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman juga telah memporak-porandakan infrastruktur vital negara ini seperti rumah sakit, sekolah dan fasilitas publik lainnya. Sementara blokade darat, laut dan udara oleh pasukan agresor semakin menambah penderitaan rakyat di negara ini.

Menyebarnya penyakit kolera akibat hancurnya insfrastruktur kesehatan Yaman juga mengancam nyawa rakyat negara ini. Selain itu, rakyat Yaman menghadapi kekurangan bahan makanan dan obat-obatan.

Sumber : Parstoday

Komentari Artikel Ini

comments