Info Islam

Pengkhianatan Pemimpin Arab, Melemahkan Perjuangan Palestina

Hasan Nasrallah Hizbullah

Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayid Hasan Nasrallah menegaskan bahwa Palestina, yang didukung oleh orang-orang Arab dan Muslim, dapat mengalahkan skema Zionis. Menurutnya, eksistensi Israel terusik oleh perlawanan Hizbullah dan resistensi rakyat Palestina.

Hal tersebut disempaikan Sekjen Hizbullah tersebut dalam Konferensi Internasional Mendukung Palestina pada Jum’at [6/11] di Lebanon. Sayyid Nasrallah menyebutkan betapa pentingnya penyelenggaraan konferensi tersebut dan menyoroti pentingnya mendukung Intifada Palestina untuk lebih ditingkatkan.

“Apa yang terjadi sekarang di Palestina mencerminkan semangat Jihad yang tinggi dan luhur,” beliau berkata, “Kami menyaksikan operasi dilakukan hampir setiap hari.”

“Perlawanan rakyat Palestina mencerminkan keteguhan iman yang mempesona dunia karena yang mereka lakukan adalah sebuah pengorbanan. Mereka adalah martir-martir yang rela berkorban demi kemerdekaan dan kebebasan.” tambahnya.

Sayyid Nasrallah juga mengatakan bahwa senjata berupa batu yang digunakan revolusioner Palestina membuat Israel kelabakan, sebab memungkinkan semua pemuda Palestina untuk memilikinya, dan Israel tidak bisa melakukan penyitaan senjata. “Metode penyerangan oleh warga Palestina dan kesiapan syahid mereka, mencerminkan kesadaran mereka, bukan keputus asaan.” jelasnya.

Sayyid Nasrallah menambahkan bahwa Intifada Palestina senantiasa memberikan kejutan tak terduga bagi Israel. Ditengah himpitan krisis ekonomi, rakyat Palestina masih juga bisa mengusik dan merepotkan Israel.

Dalam lanjutan pernyataannya, Sayyid Nasrallah mengatakan bahwa perlawanan atas Zionisme bukanlah urusan bangsa Palestina saja. Menurutnya, mengidentikkan perjuangan hanya sebagai Palestina lawan Israel saja, adalah pendekatan yang salah. Ia berkata, “Terlepas dari rasa frustasi yang menyerang Israel dengan adanya gerakan intifadah, bagaimanapun Zionis tetap memiliki kekuatan yang dapat mengancam semua orang di wilayah ini. Karena itu dibutuhkan persatuan politik, kekuatan media dan upaya pendidikan.”

“Masalahnya adalah bahwa beberapa orang telah menjadi yakin bahwa Israel tidak menimbulkan bahaya terhadap kawasan ini.” tambahnya.

Sayyid Nasrallah kemudian mengingatkan fakta puluhan tahun lalu, ribuan mujahidin dikirim ke Afghanistan untuk melawan pendudukan Uni Soviet, sementara sampai saat ini tidak ada mujahidin yang dikirim secara khusus untuk menghadapi Israel di Palestina. “Apa Afghanistan lebih suci dari Palestina?”. Tegasnya.

“Memerangi pendudukan Rusia di Afghanistan adalah benar, tetapi mengapa tidak ada negara-negara yang sama mengirim semua kemampuan mereka untuk melawan Zionis di Palestina?” Tambahnya.

Ia menambahkan, “Jika semua bom bunuh diri yang menargetkan Lebanon, Suriah, Irak, Yaman, Nigeria, Pakistan dan Afghanistan juga digunakan untuk menghadapi Zionis, maka Zionis itu sudah lama lenyap.”

Sayid Nasrallah menganggap bahwa hasutan diaduk di kalangan umat Islam dan Kristen di wilayah ini harus dilawan, menekankan bahwa Ulama harus memainkan peran penting dalam meresapi kesadaran di antara para pemuda sehingga mereka tetap berpegang pada nilai-nilai tertinggi dan tujuan, termasuk Palestina dan kesucian Islam dan Kristen-nya.

Sekretaris Jenderal Hizbullah lebih lanjut mengungkap fakta historis untuk memperjelas peran utama Zionis di kawasan. Ia menekankan bahwa Israel merupakan garis depan skema kolonial yang dipimpin oleh AS yang menargetkan  penjajahan atas sumber daya, peradaban dan budaya yang dimiliki umat Islam dan bangsa Arab.

Dalam pidatonya, Sayyid Nasrallah juga mengecam pemimpin-pemimpin Arab yang telah menyediakan persenjataan dan dana besar untuk teroris di Suriah, Irak, Yaman dan Libiya namun tidak memberikan bantuan serupa untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk melawan Israel.

“Bukannya memberi dukungan terhadap perlawanan rakyat Palestina atas penjajahan Israel, yang dilakukan para pemimpin Arab justru menghasut permusuhan terhadap warga Palestina dan mengadu domba antar faksi di Palestina dengan isu-isu sektarian.” tambahnya.

Sekjen Hizbullah juga mengingatkan bahwa diantara konspirasi untuk melemahkan perjuangan rakyat Palestina adalah menghembuskan isu ikhtilaf antara Sunni dan Syiah, termasuk menghasut umat Islam dan Kristiani untuk bermusuhan.

Sayyid Nasrallah menegaskan bahwa Intifada Palestina saat ini setidaknya dapat melindungi Masjid Al-Aqsa, situs-situs Islam dan Kristen. Ia mengingatkan, agar umat Islam dan Kristen menolak hasutan dan bersatu untuk menghadapi bahaya dan ancaman Zionis.

“Kami percaya kepada Allah Swt dan perjuangan para mujahidin bahwa semua itu akan membawa kita kepada  ke kemenangan yang besar,” tutup Sayid Hasan Nasrallah diakhir pidatonya.

Sumber : www.id.abna24.com

Komentari Artikel Ini

comments