Info Islam

Reorganisasi Langkah Dunia Islam untuk Palestina

4bpm5ecbb354e6119b4_800C450

Pertemuan konsultatif Forum Ahlulbait Dunia, ditutup pada hari Senin (12/2/2018) di Tehran dengan penekanan pentingnya perhatian khusus terhadap isu Palestina sebagai fokus utama dunia Islam.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh puluhan tokoh dari negara-negara Islam. Para peserta dalam pertemuan tersebut menekankan reorganisasi langkah-langkah politik, media, budaya dan praktis demi pembebasan Quds, penguatan perlawanan Islam dan perang melawan kelompok dan pemikiran teroris Takfiri.

Isu Palestina dimulai dalam sebuah gerakan merangkak penjajahan tanah dan telah memasuki fase yang lebih kompleks dengan pengusiran massal lebih dari satu juta warga Palestina. Plot tersebut sekarang telah memasuki fase baru dengan pengumuman Quds sebagai ibu kota rezim ilegal Israel.

Saadollah Zarei, pakar Timur Tengah, mengatakan: “… apa yang kita saksikan hari ini di tingkat internasional dan regional adalah sensasi Amerika Serikat dan antek-anteknya untuk menyelesaikan kasus Palestina sesuai dengan tuntutan rezim Zionis dan bahwa kemenangan berturut-turut dari front muqawama telah berhasil merebut bagian penting dunia Islam dari dominasi Amerika dan Rezim Zionis serta antek-antek regional mereka.”

Persekongkolan antara Amerika Serikat dan Israel sekarang menjadi perhatian semua pihak di Timur Tengah dan dunia Islam. Jelas, pada tahap penting ini, tanggung jawab dunia Islam menjadi lebih berat, dan mendesak mereka agar tidak membiarkan isu Palestina termarginalkan.

Imam Khomeini, pendiri Republik Islam Iran, menetapkan Jumat terakhir bulan Ramadhan sebagai “Hari Quds” untuk mengusung isu Palestina ke arena global, dengan alasan bahwa masalah Palestina adalah isu paling utama dunia Islam.

Selama bertahun-tahun, Amerika Serikat dan rezim Israel telah mengupayakan pengulur-uluran masalah Palestina dan melemahkan muqawama serta melibatkan negara-negara Islam dalam krisis internal dan perselisihan, namun sekarang perimbangan kawasan telah berubah.

Abdul Bari Atawan, seorang analis senior Arab kepada editorial surat kabar regional Ray el-Youm, menyinggung penembakan jatuh jet tempur rezim Zionis di langit Suriah, serta berbagai peristiwa baru-baru ini dan menilainya sebagai moment dan menulis, “Ini adalah jawaban tegas yang merefleksikan animo besar untuk seluruh perspektif, teori dan asumsi sombong. Animo yang bangkit dari luka dan keinginan untuk mengakhiri kehinaan dan ketidakberdayaan.”

Masalah Palestina dan Quds pada hakikanya adalah mata rantai sebuah makar besar rezim Zionis yang tidak akan berakhir hanya dengan penandatanganan kesepakatan damai, melainkan satu-satunya solusi adalah pengokohan muqawama Islam dan perlawanan terhadap rezim Zionis Israel.

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, menilai pembelaan terhadap Palestina adalah tuas semua pihak dan menekankan agar jangan sampai ada pihak yang beranggapan bahwa perlawanan terhadap rezim Zionis tidak berguna, karena berkat izin dan pertolongan Allah Swt, perjuangan menghadapi Israel akan membuahkan hasil, sebagaimana gerakan muqawama yang telah mencapai berbagai kemajuan dibanding tahun-tahun sebelummnya.

Sumber : parstoday

Komentari Artikel Ini

comments