Dari Redaksi

“Agama Adalah Cinta, dan Tidak Beragama Orang yang Tidak Memiliki Cinta.”

Buletinmitsal – Islam adalah merupakan ajaran yang selalu dilandaskan pada akal, rasionalitas, dan fitrah. Dalam artian, ajaran Islam pastilah memenuhi kaidah-kaidah logika, berada pada alam rasionalitas, senantiasa diteirma akal sehat dan sejalan dengan fitrah manusia. Oleh karena itu, setiap sesuatu yang bertentangan dengan prinsip-prinsip tersebut, maka kita perlu mempertanyakannya. Sudah masyhur kita dengarkan riwayat, “Agama adalah akal, dan tidak beragama orang yang tidak berakal.” Maksud menggunakan akal disini, bukan berarti ‘akal-akalan’ atau ‘mengakal-akali’, akan tetapi bermakna sesuai dengan prinsip-prinsip berpikir yang baik dan benar. Selain itu, ada juga riwayat lain yang berbunyi, “Agama adalah cinta, dan tidak beragama orang yang tidak memiliki cinta.” Karena hanya dengan cinta inilah Islam bisa ditegakkan dengan semangat kasih sayang, perdamaian, saling menghormati dan saling menghargai di antara sesama makhluk Tuhan, sesama keluarga Tuhan.

Harapan kita dengan dua potensi yang telah disebutkan yakni akal dan cinta, Islam yang ditampilkan bisa lebih segar dan lebih mencerahkan yang pada gilirannya Islam akan betul-betul menjadi ‘Rahmatan Lil ‘Alamin’. Sebaliknya ajaran Islam yang disuguhkan dengan hanya mengandalkan kekuatan dalam bentuk kekerasan, menebarkan ketakutan serta refresif, alih-alih menjadi rahmat, justru akan memberikan citra yang semakin buruk terhadap Islam yang suci ini. Wallahu A’alam bissawab.

Wassalam

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: