Kisah & Hikmah

Lelaki Muslim dan Tetangga Masihi

Terkadang ditemukan seseorang yang menyampaikan perintah-perintah agama Islam yang menghidupkan dan membahagiakan dalam waktu-waktu yang tidak sesuai dan metode-metode tidak cocok yang hanya menyiksa hati. Oleh karena itu terdapat sejumlah pembenci agama dan atau berprasangka buruk terhadap kebenaran akan keindahan agama Ilahi. Allah subhana wata’ala bersabda: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik!

Imam Shadiq menukil topik ini dengan sebuah cerita yang membangun dalam penjelasan di bawah ini :

 

Lelaki Muslim dan Tetangga Masihi

Lelaki muslim mempunyai seorang tetangga seorang masihi, dia berusaha mengajak tetangganya itu agar supaya memeluk agama Islam, sangat beruntung karena lelaki masihi itu terpengaruh dengan ucapan-ucapannya dan menerima agama Islam. Keesokan harinya sebelum azan subuh lelaki muslim ini dengan penuh suka dan cinta menghampiri dan mengetuk rumah tetangganya yang baru memeluk Islam itu mengajak untuk beribadah dan shalat di mesjid. Teman yang baru memeluk Islam itu juga memakai pakaian rapi, mengambil air wudhu lalu bersama-sama dengan dia berangkat ke mesjid.

Betapa mereka shalat di mesjid sampai waktu azan subuh dikumandangkan, kemudian shalat subuh di iqamah dan melaksanakan ta’qib-ta’qib. Ketika kawan yang baru muslim tersebut hendak berdiri dan ingin menuju ke rumahnya, temannya berkata: Kamu hendak kemana? Hari sudah siang dan juga jarak antara subuh dan dhuhur tidak terlalu panjang dan kawan yang baru muslim tersebut duduk kembali sampai dhuhur dengan mengerjakan shalat-shalat sunat dan membaca Al-Quran, doa dan juga sibuk beribadah.

Setelah melaksanakan shalat dhuhur dia bermaksud hendak ke rumah akan tetapi kawan muslimnya berkata: Jangan tergesa-gesa! Bersabarlah sedikit sampai kita bersama-sama melaksanakan shalat ashar dan dia pun duduk menahan diri sampai waktu azan magrib lalu berkata kepadanya: Jika kamu berselera dan sedikit bersabar tidak lebih dari satu shalat lagi yang tertinggal dan setelah shalat isya di iqamah kita bersama-sama kembali ke rumah masing-masing.

Esok harinya ketika lelaki muslim tersebut menghampiri rumah kawannya yang baru muslim itu untuk mengajaknya shalat subuh seperti hari sebelumnya dia menyarankan kepadanya untuk mengambil air wudhu, memakai pakaian bersih agar bersama-sama berangkat ke mesjid untuk shalat, kawan yang baru muslim itu menyeru di balik pintu: Wahai kawanku yang mulia! Agamamu ini hanya cocok bagi orang yang pengangguran, pergilah kamu mencari orang yang tidak mempunyai pekerjaan dalam kehidupannya. Saya adalah seorang yang butuh dan mempunyai keluarga!

Imam Shadiq di akhir cerita ini berkata: Dia telah bersusah payah menunjukkan jalan kepada orang tersebut dan menjadikannya seorang muslim, akan tetapi dengan memakai metode yang salah dan penggambaran yang sangat ketat dan melelahkan pada akhirnya beliau kembali lagi ke agamanya semula setelah memeluk agama Islam.

 

{ ******** }

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: