Kisah & Hikmah

Pahala Membantu Masyarakat

“Wahai putri Rasulullah! Saya memiliki ibu yang telah berusia lanjut. Ia masih salah dalam melakukan shalat. Saya sekarang mendatangimu untuk menanyakan beberapa masalah dalam hal ini.”

Fatimah az-Zahra berkata kepada tamunya yang masih muda itu, “Saya bersedia untuk menjawab segala pertanyaanmu.”

Perempuan muda itu mulai mengajukan pertanyaannya dan dengan penuh perhatian mendengarkan jawabannya. Banyak pertanyaan yang disampaikan dan cukup lama putri Rasulullah SAW menjelaskan kepadanya membuatnya malu dan ingin segera berlalu dari hadapannya. Ia kemudian berkata, “Wahai putri Rasulullah! Saya tidak akan merepotkan Anda lebih dari ini.”

Fatimah az-Zahra berkata, “Tidak perlu sungkan. Tanyakan saja apa yang tidak engkau ketahui. Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang memberikan 100 ribu dinar kepada buruh untuk membawa beban berat ke atap selama seharian?”

Perempuan muda itu menjawab, “Tidak. Sangat tidak masuk akal.”

“Saya diperintahkan oleh Allah SWT untuk menjawab masalah yang engkau hadapi dan sebagai gantinya saya akan mendapatkan balasan dari-Nya. Bila di antara bumi dan langit dipenuhi dengan emas dan perhiasan untuk diberikan kepadaku, saya tidak tertarik sama sekali bila dibandingkan dengan pahala yang akan diberikan kepadaku,” ucap Fathimah.

Setelah itu Fatimah az-Zahra berkata, “Saya mendengar dari ayahku bahwa ulama di akhirat akan mendapat pahala dari Allah seukuran ilmu dan usahanya dalam membimbing masyarakat.”

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: