Kisah & Hikmah

Seorang Wanita Arif

Perbuatan baik dan saleh membawa manusia-manusia kepada derajat-derajat maknawi yang tinggi dan dalam menempuh jalan kemajuan dan perkembangan tidak ada sedikitpun perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Al-Quran berbunyi: {Man ‘amila shalihan min dzikri aw untsa wa huwa mu’minun falanuhyiyannahu hayaatan thayyibata} Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik. Dengan memperhatikan ayat ini, dalam menempuh kemajuan dan perkembangan, menuntut kerja dan usaha ekstra. Betapa banyak laki-laki yang tertinggal, akan tetapi telah banyak perempuan yang dalam menempuh perjalanan kesempurnaan melangkah kepada derajat tinggi kebahagiaan.

Seorang Wanita Arif

Rabi’ah ‘Adawiyah adalah seorang wanita berbahagia yang dikarenakan dia melakukan perbuatan-perbuatan baik dan berusaha dalam menempuh kebahagiaan, dia juga meninggalkan kenangan nama baik dari dirinya sendiri dan mencapai suatu maqam dalam irfan dan suluk.

Suatu hari sekelompok dari orang-orang cermat Basrah mengunjungi rumah ‘Adawiyah dan mereka mengatakan: Wahai Rabi’ah laki-laki memiliki tiga keutamaan dimana ketiganya itu tidak dimiliki oleh perempuan. Pertama, laki-laki memiliki akal sempurna sementara akal perempuan adalah kurang dan tidak sempurna, dan dalil dari ketidaksempurnaan akal mereka adalah bahwa kesaksian dua perempuan sama dengan kesaksian satu orang laki-laki. Yang kedua adalah perempuan memiliki kekurangan dalam agamanya. Sebab dalam setiap bulan terdapat beberapa hari mereka tertinggal dalam shalat dan puasa, dan yang ketiga adalah perempuan tidak akan pernah mencapai derajat kenabian. Rabi’ah berkata: Jika perkataan anda adalah benar, maka perempuanpun memiliki tiga keutamaan yang mana tidak dimilki oleh laki-laki. Pertama adalah di antara para wanita tidak terdapat mokhannas (lelaki pengecut) dan sifat pengecut ini hanya khusus dimiliki para lelaki, yang kedua adalah semua nabi-nabi dan para shiddiqin dan para syahid dan orang-orang saleh berasal dari perut wanita dan di bina olehnya serta tumbuh dan berkembang di sisi mereka, dan yang ketiga adalah tidak seorang wanitapun yang mendakwa dirinya sebagai Tuhan, sementara keberanian dan kebiadaban ini dalam sepanjang sejarah keTuhanan di lakukan  oleh para lelaki.

 

***********

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: