Kisah & Hikmah

Cahaya Iman Di Hati Anak

Sahl Syusytari adalah seorang arif besar. Beliau wafat di usia 80 tahun (pada tahun 283 Hijriah). Beliau pernah bercerita, “Pada suatu waktu, ketika masih berusia tiga tahun, saya melihat paman saya, Muhammad bin Siwar, bangun dari tempat tidur dan sibuk menunaikan shalat malam. Suatu hari ia berkata kepada saya, ‘Anakku! Apakah engkau tidak berzikir kepada Allah yang menciptakanmu? ’Saya menjawab, ‘Bagaimana saya berzikir kepada-Nya?’ Ia berkata, ‘Sewaktu malam tiba, dan engkau sudah berada di tempat tidur dan bersiap-siap untuk tidur, ucapkanlah kalimat ini dari lubuk hatimu; Allah ada bersamaku, melihatku, dan aku berada di rumah-Nya.”

“Beberapa malam saya mengucapkan kata-kata itu dalam lubuk hati. Lalu ia mengatakan kepada saya,  ‘Ucapkanlah kalimat itu setiap malam sebanyak tujuh kali’. Saya pun melakukannya. Rasa manis zikir itu meresap ke lubuk hati saya. Setelah setahun ia berkata kepada saya, ‘Selama hayat masih dikandung badan, ucapkanlah selalu dalam lubuk hatimu,  kalimat yang kuajarkan kepadamu. Karena kalimat itu akan menyelamatkanmu dalam dua kehidupan.” “Dengan begitu, cahaya iman dan tauhid telah menerangi hati saya sejak saya masih kanak-kanak.”

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: