Kisah & Hikmah

Pembaca yang Bodoh

Abu Said al-Khudri, salah seorang sahabat terkenal Rasulullah SAW, pernah menuturkan:Suatu hari, Abu Bakar menghadap Rasullullah SAW, dan berkata, “ saya melewati sebuah gurun yang tandus. Di sana, saya melihat seorang lelaki menawan yang sedang shalat dengan penuh khusyuk.” Rasulullah SAW berkata kepada Abu Bakar, “Datangilah orang itu lalu bunuhlah dia!’

Abu Bakar kemudian pergi menuju orang itu. Namun sesampainya di sana, Abu Bakar melihat orang itu masih dengan ibadahnya, sehingga dia pun mengurungkan niatnya dan kembali.

Rasullullah SAW berkata kepada Umar, “Datangilah orang itu lalu bunuhlah dia!”

Umar pun pergi. Namun ketika melihat orang itu sedang tenggelam dalam ibadahnya, dia mengurungkan niatnya dan kembali kepada Rasulullah SAW. Kepada Rasullullah SAW dia berkata, “ Wahai Rasullullah, di sana saya melihat seseorang yang sedang beribadah dengan penuh khusyuk, sehingga saya tidak dapat membunuhnya.”

Rasulullah SAW berkata kepada Ali, “Pergi lalu bunuhlah dia!” Kemudian, dengan pedang terhunus, Ali mendatangi orang itu. Dia telah bertekad bulat; siapapun yang ditemui di situ, perintah Rasulullah SAW akan dilaksanakan kepadanya; akan tetapi, orang itu telah meninggalkan tempatnya, kemudian, tanpa hasil Imam Ali pulang menemui Rasulullah SAW dan memaparkan apa yang telah disaksikannya itu kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, setelah sampai ditempat yang dituju, saya tidak menemukan siapapun di sana,”.

Kemudian, Rasulullah SAW menjelaskan apa yang telah diperintahkannya seraya berkata, “Orang itu berikut para pengikutnya adalah orang-orang yang suka membaca al-Quran, akan tetapi hanya sampai ditenggorokannya saja. Bagaikan sebuah anak panah yang meluncur sangat cepat dari busurnya, begitulah mereka akan keluar dari agama-nya. Bunuhlah mereka, karena mereka adalah seburuk-buruk dan sekotor-kotornya sesuatu yang ada.”

Dalam sejarah disebutkan bahwa orang itu bernama Dzul Khuwaishrah al-Tamimi, pendiri kelompok khawarij. Dalam Perang Nahrawan, dia tewas di tangan pasukan Imam Ali. Disebutkan juga, dia bergelar Dzul Tsudiyah, karena di dadanya terdapat daging yang menyerupai payudara.Sewaktu mendengar tewasnya pendiri Khawarij itu, Imam Ali mengucapkan takbir, kemudian turun dari kudanya dan melakukan sujud syukur.

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: