Kisah & Hikmah

Penghormatan Sayyidina Ali Kepada Tamu

Setelah shalat Isya di Masjid Nabi, seorang pria asing yang kelaparan bangkit dan memohon untuk menjadi tamu salah seorang dari muslimin, Sayyidina Ali menyatakan kesiapannya dan membawa orang itu kerumahnya. Makanan yang tersedia di rumah beliau hanya cukup untuk mengenyangkan satu orang dan dihidangkan di meja makan.

Sayyidina Ali berpikir, jika ikut menyantap makanan itu, tamu tidak akan merasa kenyang. Jika tidak makan, tamu juga tidak akan makan atau jika ia mau makan, ia akan merasa tidak enak.

Terlintas dibenak beliau untuk melakukan sesuatu. Beliau berkata kepada Fatimah, ”Nyalakan pelita agak terlambat sampai tamu kita makan dengan kenyang.”

Sayyidina Ali mengerak-gerakkan mulutnya dalam kegelapan seakan-akan ia juga ikut makan. Tamu beliau menyantap makanan yang dihidangkan dengan santai sampai perutnya kenyang.

Waktu pelita dinyalakan, mereka melihat makanannya masih tersisa. Allah memberkahi makanan itu hingga semua anggota keluarga dapat mengenyangkan perut mereka.

Paginya, ketika Imam Ali ke masjid untuk melaksanakan Shalat, Rasulullah SAW bertanya kepadanya, ”Memangnya apa yang kaulakukan semalam sehingga Allah menurunkan ayat ”Dan mereka mengutamakan orang lain atas diri mereka walaupun mereka memerlukan apa yang mereka berikan” berkaitan denganmu?

Sayyidina Ali lalu menceritakan peristiwa yang terjadi malam itu di rumahnya kepada Rasulullah.

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: