Kisah & Hikmah

Wanita Tua yang Tegar dan Berani

Bakkarah keturunan Hilali adalah seorang wanita tegar dan pemberani yang tinggal di Madinah. Ia pendukung setia Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Berbagai musibah dan bencana yang menimpanya membuatnya menjadi tua dan buta. Namun ia memiliki hati yang terang dan muda. Suatu hari, tatkala Muawiyah yang sedang berada di puncak kekuasaannya datang ke Madinah dan mengadakan majelis pertemuan, Bakkarah menghadirinya. Terjadilah dialog antara dirinya dengan Muawiyah.

Muawiyah berkata, “Hai bibi! Bagaimana keadanmu?”

Bakkarah, “Baik, wahai pemimpin!”

Muawiyah, “Waktu telah membuatmu menderita.”

Bakkarah, “Benar, waktu memiliki tinggi dan rendah; orang yang berusia panjang akan menjadi tua, dan orang yang mati akan musnah.”

Amr bin ‘Ash, penasihat Muawiyah, juga hadir dalam pertemuan itu. Ia ingin menjadikan Muawiyah memusuhi wanita itu. Ia berkata, “Demi Allah wanita itu telah melantunkan syair yang menghinamu dan memuji Ali bin Abi Thalib.” Kemudian ia melantunkan syair yang dimaksud.

Marwan juga hadir dalam majelis itu. Ia melantunkan syair lain, yang lagi-lagi dinisbahkan kepada wanita itu. Begitu pula denga Saib bin Ash yang berkata, “Demi Allah, Bakkarah telah melantunkan syair-syair ini (pujian untuk Ali bin Abi Thalib dan kutukan kepadamu).”

Kemudian Muawiyah mengutuk dan menghina Bakkarah. Dengan penuh keberanian, Bakkarah menjawab, “Hai Muawiyah! Sepak terjangmu telah membuat kedua mataku buta, lisanku kaku. Demi Allah! Aku telah melantunkan syair-syair itu dan tak perlu aku tutup-tutupi darimu.”

Muawiyah tertawa dan berkata, “Sekalipun demikian, aku tak akan menahan diriku untuk berbuat baik kepadamu. Katakanlah kepadaku, apa keperluanmu agar aku dapat memenuhinya.”

Bakkarah menjawab, “Sekarang ini, aku tidak membutuhkan sesuatu darimu.” Kemudian ia meninggalkan majelis dengan penuh kewibawaan dan keagungan. Ia melenggang tanpa menghiraukan sediktpun para budak uang yang berkerumun di sekeliling Muawiyah.

Dari manakah munculnya ketegaran dan keberanian jiwa wanita tersebut? Semua itu tak lain karena ia digembleng dan dididik dalam madrasah Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

Komentari Artikel Ini

comments

%d blogger menyukai ini: